Berita Terkini Nasional

Kondisi Terkini Korban Kecelakaan Beruntun di Turunan Silayur Semarang

Kecelakaan beruntun di Tanjakan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (21/11/2024) sore mengakibatkan belasan korban luka dan dua orang tewas.

Editor: Kiki Novilia
TRIBUN JATENG/IWAN ARIFIANTO
Olah TKP kecelakaan maut di Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, Jawa Tengah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Kecelakaan beruntun di Tanjakan Silayur, Ngaliyan, Kota Semarang, Kamis (21/11/2024) sore mengakibatkan belasan korban luka dan dua orang tewas.

Enam korban luka-luka dilarikan ke rumah sakit terdekat dari TKP kejadian, yakni RS Permata Medika.

Humas RS Permata Medika, Benedicta Esti mengungkapkan empat korban yang sempat dirawat di RS Permata Medika telah diperbolehkan pulang. 

Esti menambahkan, pihaknya tidak bisa memberikan informasi detail tentang data para korban yang dirawat di RS Permata Medika.

Dia menyebut, saat kejadian, pihak RS Permata Medika langsung menuju ke TKP melakukan pertolongan.

"Untuk data itu kami tidak bisa memberikan identitas dan yang lain-lain. Kami hanya memberikan wewenang untuk memberikan keterangan bahwa korban yang dibawa ke sini karena ada tim medis kita yang kemarin ke sana. 1 perawat, 1 dokter, 1 ambulan," kata Esti kepada tribunjateng.com.

Adapun dua korban lain saat ini masih dirawat intensif.

"Itu kemarin yang dibawa ke sini ada enam korban. Empat orang dirawat luka ringan setelah diperiksa tidak berat kemudian bisa pulang rawat jalan. Yang dua lagi masih rawat inap di sini," jelasnya. 

"Kondisinya memang diharuskan untuk dirawat," tambah Esti.

Saksi Mata Trauma

Saksi mata sekaligus korban kecelakaan maut di turunan Silayur Semarang, Hendrik (34) alias Ambon mengaku trauma. 

Di saat kejadian, Hendrik merupakan tukang parkir di depan ruko tempat lokasi kecelakaan sempat meloncat menghindar.

"Saya sedang telpon (depan ruko) tiba-tiba ada truk trailer besar mau nabrak beruntung saya sempat meloncat untuk menghindar," kata Hendrik di lokasi kejadian, Kamis (21/11/2024) malam.

Selepas itu, Hendrik syok karena melihat kerusakan parah akibat truk yang menghajar beberapa kendaraan baik itu truk maupun mobil.

Dia bahkan sempat mendengar korban minta tolong di dekat mobil.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved