Berita Lampung

PT KAI Maksimalkan Fasilitas Jelang Nataru di Lampung 

PT KAI Divre IV Tanjung Karang mulai memaksimalkan fasilitas menjang libur Natal dan tahun baru (Nataru).

Editor: soni
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
Tiket angkutan Nataru PT KAI Divre IV Tanjung Karang mulai dijual. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, BANDAR LAMPUNG - PT KAI Divre IV Tanjung Karang mulai memaksimalkan fasilitas menjang libur Natal dan tahun baru (Nataru). Kendala sarana dan prasarana kereta api menjadi faktor utama yang disoroti PT KAI Divre Tanjung Karang pada Nataru kali ini.

Manager Humas Divre IV Tanjung Karang, Azhar Zaki Assjari mengatakan, hal itu dilakukan demi menjamin kelancaran perjalanan yang tepat waktu dan aman pada Nataru. “KAI telah memaksimalkan persiapan di berbagai fasilitas, mulai dari stasiun, kereta api, hingga jalur keluar-masuk penumpang di area stasiun,” ujarnya, Sabtu (7/12).

“Selain itu, kebersihan stasiun, ruang tunggu, toilet, dan kereta terus dijaga untuk memastikan kenyamanan pelanggan,” sambungnya.

Untuk memastikan keselamatan perjalanan, ungkap Zaki, KAI juga menyiagakan petugas perawatan sarana dan prasarana selama 24 jam.

Pihaknya juga menambah personel siaga di lokasi prioritas seperti perlintasan tak terjaga dengan volume lalulintas tinggi dan daerah pemantauan khusus. Ia mengaku, pihaknya juga telah siaga dengan memetakan daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya.

Hal itu dilakukan guna memastikan prasarana siap dilewati seluruh kereta apu saat angkutan Nataru 2024 dan 2025. “KAI Divre IV Tanjung Karang telah siaga dengan memetakan daerah pemantauan khusus di lintas wilayah kerjanya,” ungkapnya.

“Setidaknya ada 12 titik daerah pemantauan khusus dengan rincian 1 titik longsor, 9 titik amblesan dan 2 titik bangunan hikmat rawan,” terusnya.

Untuk mendukung masa angkutan Nataru berjalan aman dan lancar, pihaknya juga menempatkan amus (alat material untuk siaga) di beberapa titik.

“Amus disiapkan untuk mengantisipasi banjir dan ambles di titik dapsus. Persiapan tersebut untuk tindakan cepat ketika terjadi gangguan. Amus sendiri merupakan alat bantu darurat yang terdiri dari batu balas, bantalan rel, pasir, karung, besi, alat penambat rel dan alat siaga lainnya,” pungkasnya. (bob)

Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved