Bus Masuk Jurang

Nasib 9 Penumpang Bus Putra Raflesia yang Terjun ke Jurang di Pesbar Lampung

Nasib 9 orang penumpang bus Putra Raflesia BD 7089 AU yang jatuh ke jurang di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Pesbar.

Editor: Kiki Novilia
Dok Polsek Pesisir Utara
Bus Putra Raflesia BD 7089 AU mengalami kecelakaan tunggal di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tebing Batu, Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Rabu (11/12/2024) sekira pukul 21.00 WIB. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Pesisir Barat - Nasib 9 orang penumpang bus Putra Raflesia BD 7089 AU yang jatuh ke jurang di hutan kawasan Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) Tebing Batu, Pekon Rata Agung, Kecamatan Lemong, Pesisir Barat, Rabu (11/12/2024) sekira pukul 21.00 WIB.

Rincinya, 3 penumpang dilaporkan tewas, sementara 6 lainnya mengalami luka-luka dan dilarikan ke rumah sakit. 

Mansur, salah satu penumpang selamat, menjelaskan kronologi bus sebelum mengalami kecelakaan, masuk jurang lalu ludes terbakar. 

Saat kejadian, Mansur dalam keadaan sadar. 

Saat melintas di jalan menanjak, Mansur mengatakan bus tersebut menggunakan gigi dua. 

"Sopir mau ngoper gigi lagi sudah nggak bisa, langsung bablas masuk ke dalam jurang," jelasnya kepada Tribun Lampung di Puskesmas Lemong, Kamis (12/12/2024).

Ia mengaku menjadi orang penumpang pertama yang berhasil keluar dari dalam bus tersebut. 

Setelah berhasil melompat keluar, bus tersebut langsung terperosok ke jurang lalu meledak.

Sebelum terjun ke jurang, kata Mansur, bus itu sempat tersangkut di batang pohon. 

Saat itulah para penumpang lain berhasil keluar dari dalam bus. 

Akibat kejadian itu, tiga orang meninggal dunia, termasuk sopir bus. 

"Korban yang meninggal dunia sopir dan dua orang lainnya saya tidak tahu siapa namanya," kata dia.

Mansur menambahkan, ternyata bus Putra Raflesia yang mengalami kecelakaan di Pesisir Barat telah dijual oleh perusahaan ke pihak pembeli yang berada di Bekasi, Jawa Barat. 

"Setahu saya, mobil bus itu memang sudah dijual oleh perusahaan. Tapi karena kita kebetulan mau ke arah yang sama, ditawarilah oleh sopir untuk naik dengan ongkos Rp 150 ribu," ungkapnya

Kronologi

Halaman
123
Sumber: Tribun Lampung
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved