Berita Terkini Nasional

Kisah Bripka Leo Antarkan Pasien di Lampung, Habiskan 2 Jam Gara-gara Jalan Rusak

Bripka Leonardo Kriswanto menceritakan perjuangannya mengantar seorang pasien gawat darurat lantaran medan jalan yang rusak di Lampung Tengah.

Tribunlampung.co.id/HO
Bripka Leonardo Kriswanto saat mengantar pasien kurang mampu di Kecamatan Bangunrejo Lampung Tengah menggunakan ambulans gratis miliknya. | Bripka Leonardo Kriswanto menceritakan perjuangannya mengantar seorang pasien gawat darurat lantaran medan jalan yang rusak di Lampung Tengah. 

Tribunlampung.co.id, Lampung Tengah - Bripka Leonardo Kriswanto menceritakan perjuangannya mengantar seorang pasien gawat darurat lantaran medan jalan yang rusak di Lampung Tengah.

Bripka Leonardo Kriswanto adalah anggota polri yang sudah biasa membantu mobilitas pasien khusus kalangan kurang mampu dengan ambulans Bhabinkamtibmas di Kecamatan Bangunrejo hingga Kecamatan Kalirejo, Lampung Tengah.

Sudah banyak masyarakat yang terbantu dengan layanan ambulans tersebut, sebab Leo memberikan bantuan tersebut secara cuma-cuma alias gratis.

Leonardo menceritakan, dua tantangan utama dalam mengantarkan pasien menuju rumah sakit adalah berpacu dengan waktu dan 'menaklukkan' jalan rusak.

"Sampek bergetar badan ini merujuk pasien darurat dengan medan jalan rusak parah dan lokasi jauh dari rumah sakit."

"Sepanjang perjalanan tentu perasaan saya cemas takut pasien tidak sampai rumah sakit," kata Leo mengungkapkan perasaannya usai mengantar pasien kurang mampu di Lampung Tengah, Selasa (7/1/2025).

Leo menjelaskan, dalam sebulan, hampir setiap hari dia mengantar warga sakit dan menjemput jenasah, terutama di waktu tengah malam.

Dengan tujuan utama pelayanan rumah sakit terdekat ada di Kecamatan Kalirejo.

Sementara, kata dia, jarak tempuh dari rumah pasien menuju rumah sakit paling dekat berjarak 18 km dengan waktu tempuh 2 jam.

Padahal, ungkapnya, jika kondisi jalan baik, perjalanan normal hanya 45 menit paling lama.

"Pasien urgent yang pernah saya antar rata-rata penyakit lansia seperti sesak nafas, kejang kejang, asam lambung akut hingga kanker ganas," kata Leo.

"Sebagai seorang laki-laki dan juga seorang ayah, momen yang paling membuat saya meneteskan air mata ketika membawa pasien yang akan melahirkan,"

"Sebisa mungkin kita di tuntut harus cepat sampai RS, tapi disisi lain akibat akses jalan yang berlubang dan rusak kita hanya mampu membawa kendaraan dengan sangat pelan sekali," ucap Leo.

Leo pun menambahkan, dengan kondisi jalan rusak itu, dia pernah merasa terpukul ketika seorang pasien meninggal dunia karena terlambat mendapatkan pertolongan medis.

"Bagi saya ketika mengoperasikan ambulan gratis, kondisi jalan sangat berpengaruh untuk masyarakat agar mendapatkan pelayanan kesehatan karena waktu sangat berarti," tutupnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved