Berita Lampung

Kerugian Kebakaran di Bandar Lampung Selama 2024 Capai Rp 7,9 Miliar

Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung membeberkan perkiraan kerugian atas kebakaran yang terjadi selama 2024 di kota setempat.

|
Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: taryono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra
Sekretaris Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung, Ahmad Husni 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung membeberkan perkiraan kerugian atas kebakaran yang terjadi selama 2024 di kota setempat.

Sekretaris Dinas Damkarmat Pemkot Bandar Lampung, Ahmad Husni menyebut, total kerugian kebakaran diperkirakan mencapai Rp 7,9 miliar.

“Untuk kerugian kebakaran di Bandar Lampung selama 2024 diperkirakan Rp 7,9 miliar,” ujarnya mewakili Kepala Dinas Damkarmat, Anthoni Irawan, Rabu (8/1/2025).

“Paling tinggi kebakaran di bangunan industri milik swasta pada Oktober dengan total kerugian pada bulan tersebut yakni Rp 3,134 miliar,” terusnya.

Dalam hal ini, pihaknya juga telah mencatat sebanyak 271 kebakaran terjadi di kota setempat selama 2024.

“Dinas Damkarmat Bandar Lampung mengangani 271 kebakaran selama 2024. Kasus terbanyak pada kebakaran lahan sebanyak 112 kejadian,”

“Kebakaran bangunan penduduk 61 kejadian, kendaraan 9 kejadian, kebakaran bangunan industri 8 kejadian,” terusnya.

Kemudian kebakaran bangunan umum sebanyak 7 kejadian dan sisanya kebakaran lainnya yakni sebanyak 76 kejadian.

Dalam hal ini, ia mengatakan, korsleting listrik menjadi penyebab terbesar di tahun 2024 yakni sebanyak 100 kejadian.

“Kemudian disusul oleh penyebab lampu 82 kejadian, kompor 16, rokok 5 kejadian dan lainnya 35 kejadian,” sebutnya.

Kendati terdapat 10 korban yang mengalami luka-luka, pihaknya bersyukur tidak ada korban yang meninggal dunia dari kejadian kebakaran.

Terakhir ia mengimbau agar masyarakat Bandar Lampung bisa lebih waspada dan hati-hati terhadap bahaya kebakaran.

“Hati-hati dan waspada, tak henti-hentinya kami mengimbau masyarakat untuk memastikan kompor dalam keadaan mati jika sudah digunakan,” imbaunya.

“Lalu matikan saluran kelistrikan yang tak dipakai, jangan membakar sampah dan jangan juga membiarkan anak bermain api,” tandasnya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra)

 

 

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved