Berita Terkini Artis

Nanang Gimbal Mengaku Tersinggung Merasa Direndahkan Artis Sandy Permana

Nanang Gimbal merasa direndahkan oleh artis Sandy Permana hingga nekat melakukan aksi pembunuhan.

Grid.id/Instagram
Pelaku dan Sandy Permana semasa hidup. Pelaku Nanang Gimbal mengaku sakit hati karena merasa direndahkan artis Sandy Permana hingga nekat melakukan pembunuhan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bekasi - Tersangka pembunuhan terhadap artis Sandy Permana, Nanang Gimbal mengaku tersinggung dengan korban.

Sebab pelaku Nanang Gimbal merasa direndahkan oleh artis Sandy Permana hingga nekat melakukan aksi pembunuhan.

Disamping itu, hubungan Nanang Gimbal dengan Sandy Permana tidak baik lantaran keduanya sudah cukup lama bermusuhan.

Pihak kepolisian lantas menjabarkan motif Nanang Irawan alias Gimbal melakukan penusukan kepada artis Sandy Permana hingga tewas.

Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya, Kombes Pol Wira Satya Triputra menjelaskan, bahwa tersangka merasa tersinggung dan sakit hati lantaran korban dianggap merendahkannya.

Sandy Permana disebut sempat memberikan tatapan sinis dan meludah ke arah tersangka.

"Pelaku atau tersangka merasa sakit hati karena korban melihatnya dengan tatapan sinis dan meludah ke arahnya," kata Wira, dikutip dari YouTube Intens Investigasi, Kamis (16/1/2025).

Karena amarahnya itu, tersangka mengambil sebilah pisau dan mengejar Sandy Permana.

Tersangka langsung menusukkan pisau tersebut ke perut kiri korban.

"Si pelaku melakukan perbuatan yaitu dengan cara menusuk ke bagian perut kiri korban sebanyak dua kali dalam posisi korban masih berada di atas motor," beber Wira.

Sontak Sandy Permana sempat berhenti dan melakukan perlawanan kepada tersangka.

"Kemudian korban berhenti dan korban melakukan perlawanan dengan cara menangkis dan menghalang-halangi tersangka untuk menusuk," kata Wira.

Namun tersangka sendiri justru terus melakukan aksinya hingga membuat sang aktor tewas.

"Lalau tersangka tetap berusaha untuk melukai korban dengan cara melukai kembali ke arah pelipis kiri korban sebanyak satu kali."

"Kemudian menusuk kepala korban sebanyak satu kali, kemudian menusuk ke dada korban sebanyak satu kali, kemudian menusuk leher sebanyak satu kali," terang Wira. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved