Berita Viral

Purbaya Kecolongan 21.800 Motor Listrik MBG, Terlanjur Bayar Triliunan

Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru menyadari adanya transaksi motor MBG setelah proses berjalan.

Tayang:
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
TribunJakarta.com/Dokumentasi Biro Pers Sekretariat Presiden
MOTOR MBG - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Selasa (9/9/2025). Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru menyadari adanya transaksi motor MBG setelah proses berjalan. 

Ringkasan Berita:
  • Menkeu Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan karena pengadaaan fantastis motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). 
  • Sebelumnya BGN mempersiapkan 21.800 unit motor listrik yang diperuntukkan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 
  • Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru menyadari adanya transaksi jumbo tersebut setelah proses berjalan.

Tribunlampung.co.id, Jakarta - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengaku kecolongan karena pengadaaan fantastis motor listrik oleh Badan Gizi Nasional (BGN). 

Sebelumnya BGN mempersiapkan 21.800 unit motor listrik yang diperuntukkan bagi operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). 

Jumlah tersebut merupakan bagian dari rencana awal 25.000 unit, namun telah dipesan lebih dulu menggunakan anggaran 2025. Sementara sisanya, direncanakan akan menggunakan anggaran 2026. 

Adapun yang menjadi sorotan, harganya tergolong fantastis yakni nyaris Rp50 juta per unit. Dengan demikian, totalnya diduga mencapai triliunan. 

Melansir dari Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan Inaproc milik Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah, untuk pengadaan kendaraan roda dua ada beberapa paket.

Baca juga: 25.000 Motor Listrik untuk Kepala Dapur MBG, Kisaran Harga Rp50 Juta per Unit

Terdapat ada dua paket fantastis, masing-masing bernilai Rp 1,22 triliun dari sumber dana APBN dengan metode pemilihan e-purchasing. Tertulis paketnya berupa 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI wilayah I, wilayah II, dan wilayah III. Sementara paket satu lagi tertulis 'Pengadaan Kendaraan Roda 2 untuk SPPI di seluruh wilayah Indonesia'.

Masing-masing jumlahnya 24.400 unit, maka kalau ditotal jumlahnya 48.800 unit tanpa penjelasan jenis motor ataupun harganya. 

Meski begitu, berdasarkan video yang beredar motor operasional MBG itu adalah Emmo JVX GT yang juga tersedia di katalog Inaproc.

Dalam katalog tertera penjualnya adalah PT Yasa Artha Trimanunggal. Satu motor harganya Rp 49,95 juta sudah termasuk PPN 12 persen. 

Jika dihitung harga satuan motor listrik Emmo JVX GT dikalikan dengan jumlah 24.400 unit, maka totalnya sekitar Rp 1.218.780.000.000.

Dengan demikian bila ada dua paket yang sama, artinya total anggaran yang dikeluarkan untuk motor listrik MBG menembus 2,4 triliunan.

Terkait hal itu, Purbaya mengungkapkan bahwa Kementerian Keuangan (Kemenkeu) baru menyadari adanya transaksi jumbo tersebut setelah proses berjalan.

Sebagai langkah proteksi anggaran, ia langsung mengambil tindakan memotong alokasi pengadaan tersebut untuk tahun ini.

"Kita baru tahu belakangan, sudah dipotong anggarannya kalau tidak salah. Saya harus tanya Dirjen Anggaran lagi," ujar Purbaya di Istana Kepresidenan, Jakarta, dikutip dari Tribunnews, Rabu (8/4/2026). 

Purbaya menjelaskan bahwa anggaran yang digunakan merupakan alokasi tahun lalu yang sudah terlanjur dibayarkan.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved