Banjir di Bandar Lampung
Mahasiswa Minta Sistem Drainase di Bandar Lampung Dievaluasi Agar Tak Banjir Lagi
Banjir di Bandar Lampung terjadi di beberapa wilayah antara lain Way Lunik, Kedamain, Teluk Betung, dan Sukarame.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Sejumlah wilayah di Kota Bandar Lampung dilanda banjir akibat hujan deras yang relatif lama.
Banjir di Bandar Lampung terjadi di beberapa wilayah antara lain Way Lunik, Kedamain, Teluk Betung, dan Sukarame.
Adapun akibat banjir di Bandar Lampung tersebut, rumah, kendaraan, jembatan hingga warga hanyut terserat air.
Atas kejadian itu, mahasiswa, pemuda dan warga menyampaikan keprihatinan dan mendorong Pemkot Bandar Lampung segera mengatasi banjir.
"Saya ingin menyampaikan keprihatinan mendalam atas terjadinya banjir yang melanda beberapa wilayah Kota Bandar Lampung akibat hujan deras tadi malam. Kejadian ini menimbulkan dampak yang cukup signifikan bagi masyarakat, baik dari sisi sosial, ekonomi, maupun kesehatan," kata Ketua Bem Fisip Unila Ervianda Dwijaya Putra, Sabtu (18/1/2025).
Menurutnya, salah satu penyebab utama banjir yang terjadi adalah buruknya pengelolaan sistem drainase yang ada.
Ervianda mengatakan, beberapa saluran air yang ada di Kota Bandar Lampung tidak mampu menampung volume air yang tinggi akibat hujan lebat.
Hal ini mengakibatkan genangan air yang meluas, bahkan mengganggu aktivitas masyarakat.
"Oleh karena itu, Pemerintah Kota Bandar Lampung perlu segera melakukan evaluasi dan perbaikan terhadap sistem drainase yang ada, serta memastikan adanya perawatan rutin agar saluran-saluran air tidak tersumbat dan dapat berfungsi dengan baik, terutama di wilayah-wilayah yang rawan banjir," ujarnya.
Dia menilai banjir mencerminkan kurangnya persiapan menghadapi musim hujan.
Persiapan yang lebih matang dalam mengelola bencana alam harus dilakukan. Termasuk memperkuat infrastruktur yang lebih tahan terhadap curah hujan tinggi dan membangun sistem peringatan dini yang lebih efektif.
"Masyarakat harus diberikan informasi lebih awal tentang potensi banjir, sehingga mereka dapat mengambil langkah-langkah pencegahan yang diperlukan untuk mengurangi dampaknya," katanya.
Selain itu, lanjut dia, perlu ada kebijakan pembangunan yang lebih ramah lingkungan.
Pertumbuhan pembangunan yang pesat, jika tidak diimbangi dengan upaya pelestarian lingkungan, dapat menyebabkan penurunan daya serap air dan memperburuk potensi banjir.
Pemerintah perlu memastikan adanya ruang terbuka hijau yang cukup dan penataan kawasan yang ramah terhadap lingkungan agar aliran air tidak terhambat oleh pembangunan yang tidak memperhatikan aspek keberlanjutan.
| Wali Kota Bagikan Bantuan Uang Rp 500 Ribu dan Beras 10 Kg Bagi Warga Terdampak Banjir |
|
|---|
| Pemkot Bandar Lampung Beri Santunan Rp 20 Juta untuk Keluarga Korban Tewas Akibat Banjir |
|
|---|
| BBWS Mesuji Sekampung Siapkan Embung sebagai Penahan Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
| Wali Kota Eva Dwiana Harapkan BBWS dan BPJN Bersama-sama Tangani Banjir |
|
|---|
| Basarnas dan Tim SAR Gabungan Evakuasi 109 Warga Terdampak Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Mahasiswa-minta-sistem-drainase-di-Bandar-Lampung-dievaluasi.jpg)