Longsor Pekalongan Jawa Tengah

Cari Korban Longsor di Pekalongan, Tim SAR Kerahkan Anjing dan Drone

Pencarian korban korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Editor: taryono
Tribun Jateng
Pencarian korban korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus dilakukan Tim SAR gabungan hingga, Rabu (22/1/2025). 

Data sementara menunjukkan 17 korban meninggal dunia, 10 korban luka-luka, serta kerusakan parah pada lima rumah yang rata dengan tanah.

"Kondisi terparah ada di kafe kopi dan tempat pemancingan di Desa Kasimpar, dengan 25 orang di lokasi saat kejadian. Hanya satu orang selamat, yakni Munandar Rifki (20), meski mengalami patah tulang dan luka berat," ungkap Agus.

Ia berharap cuaca mendukung agar pencarian korban longsor dapat dilanjutkan keesokan harinya.

Kisah Dramatis

Kisah dramatis korban selamat bencana longsor di Pekalongan, Jawa Tengah yang diduga menewaskan 17 orang. Seorang suami selamatkan istrinya yang terjebak longsor.

Winarno, seorang warga Desa Plogpakis, Kecamatan Petungkriyono, Pekalongan, menceritakan pengalaman pahit yang dialaminya saat bencana terjadi.

Istrinya dikabarkan terbawa longsor.

 "Saya baru pulang kerja ketika mendapat kabar dari teman bahwa istri saya terjebak di longsor," ungkap Winarno dikutip dari YouTube Kompas TV, Selasa. 

"Saya langsung menghubungi orang-orang yang bisa dihubungi di sana dan ternyata benar," imbuhnya. 

Untuk menuju ke lokasi tempat istrinya berada, Winarno harus melewati sisa longsoran yang sangat parah.

Ia menceritakan, motor tidak bisa dilalui sehingga ia terpaksa berjalan kaki.

"Alhamdulilah dia (sang istri) bisa selamat," katanya. 

 Menurutnya, istrinya dievakuasi dengan tandu karena belum ada relawan maupun alat berat yang bisa masuk ke situ.

"Kondisi masih rawan, jadi hanya warga dan beberapa orang yang sudah berada di TKP yang memberanikan diri untuk melakukan evakuasi," jelasnya.

Pagi harinya, Selasa, Winarno dengan jelas bisa melihat situasi longsoran. Menurutnya, semua desa di Kecamatan Petungkriyono terdampak.

Jalan yang menghubungkan desa-desa tersebut lumpuh total.  

"Jalan utama menuju Kabupaten Pekalongan antara Petungkriyono ke Doro juga tidak bisa dilewati," katanya.

"Dari sembilan desa yang terkena dampak, Desa Kasimbar mengalami kerusakan paling parah dengan banyak korban," ujar Winarno.

Saat ini, Winarno dan istrinya berada di Puskesmas Petungkriyono untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.

Data korban sementara

Sebanyak 17 orang dikabarkan meninggal dunia dalam kejadian longor di Petungkriyono Pekalongan, Jawa Tengah, pada Selasa (21/1/2025).

Longsor yang terjadi  9 desa itu terjadi akibat hujan deras yang mengguyur wilayah itu sejak Senin (20/1/2025).

Selain di Kecamatan Petungkriyono, banjir juga merendam di wilayah Kedungwuni, Wonopringgo, dan Talun.

Di Kecamatan Petungkriyono, paling parah dihantam tanah longsor berada di Desa Kasimpar.

Dari video yang tersebar di sosial media, sudah ada beberapa korban jiwa yang berhasil ditemukan. 

Terlihat juga mobil-mobil yang terkena dampak dari bencana longsor dan banjir bandang.

Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar saat dihubungi membenarkan adanya kejadian tersebut.

"Sementara informasi yang meninggal dunia ada 11 orang dan yang sudah ditemukan 4 orang. Ini masih proses evakuasi korban."

"Ini masih bisa berubah. Sementara sudah ditemukan 4 orang," kata Sekda Kabupaten Pekalongan M Yulian Akbar.

Akses Jalan Lumpuh

Winarno, warga Desa Telogopakis, Petungkriyono, Pekalongan, Jawa Tengah, mengungkap ada sembilan desa yang ikut terdampak longsor.

Namun yang terdampak parah adalah Desa Kasimpar, di sana juga banyak warga yang menjadi korban.

"Jadi di 9 desa itu semuanya terkena tapi paling parah itu di Desa Kasimpar yang banyak korbannya itu," kata Winarno, dilansir Breaking News Kompas TV, Selasa (21/1/2025).

Lebih lanjut Winarno mengungkap bahwa longsor di Petungkriyono telah menyebabkan akses jalan desa lumpuh.

Bahkan ada juga jalan utama yang menuju Kabupaten Pekalongan ikut terdampak longsor.

"Untuk terdampak di longsor di Petungkriyono, hampir semua desa. Jadi akses jalan-jalan ke desa lumpuh total."

"Bahkan ada jalan utama ke Kabupaten Pekalongan itu tidak bisa dilewati, lumpuh total, bahkan kalau bisa seperti semula memerlukan waktu yang lama," terang Winarno.

Meski demikian Winarno bersyukur, di daerah sekitar rumahnya di Desa Telogopakis longsornya tidak separah di Petungkriyono.

"Kalau di rumah saya di Desa Telogopakis, Dukuh Kambangan. Alhamdulillah disana walaupun banyak juga (terdampak longsor), Alhamdulillah bisa ditangani," imbuh Winarno.

17 Orang Meninggal Akibat Longsor di Petungkriyono Pekalongan

Banjir bandang disertai tanah longsor melanda Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah,  Selasa (21/1/2025) kemarin.

Data terbaru yang dilansir dari Kompas.TV hari ini menyebutkan 17 orang telah meninggal dunia akibat bencana alam itu.

Saat ini pencarian korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor masih terus dilakukan oleh BPBD (Badan Penanggulangan Bencana Daerah) bekerjasama dengan Basarnas dan relawan setempat.

Kepala Pelaksana BPBD Jawa Tengah Bergas Catursasi dalam Breaking News Kompas TV, Selasa (21/1/2025) menuturkan situasi terkini pencarian korban terdampak banjir bandang dan tanah longsor terkendala akses untuk mencapai titik lokasi.

Sehingga BPBD, Basarnas, dan relawan harus merayap untuk bisa mencapai ke titik daerah terdampak.

“Evakuasi korban terdampak longsor maupun banjir bandang yang ada di Petungkriyono itu kita mempercayakan kepada teman-teman Basarnas dan relawan. Tentunya masih terkoordinasi dengan kami ya, baik BPBD kabupaten maupun provinsi,” kata Bergas.

“Akses menuju ke titik lokasi pencarian itu ada kesulitan untuk akses jadi ya mesti merambat, jadi teman-teman relawan ini proses untuk menuju ke sana bertahap untuk bisa melalui,” ujar Bergas.

Apalagi, ujar Bergas, situasi saat ini di Petungkriyono hujan deras.

“Saat ini kondisinya sedang hujan malah. Akhirnya sementara untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan apabila terjadi kejadian susulan itu lebih baik memang sementara melihat situasi lah, tentu yang bergerak di sana adalah teman-teman Basarnas dan relawan serta teman-teman BPBD,” ucap Bergas.

Berikut identitas korban yang meninggal dan belum ditemukan.

Korban meninggal

1. Revalina (perempuan) 19 tahun warga Sipetung

2. Suyati (perempuan) warga Tlogohendro

3. Kiki Pramudita (laki-laki) 23 tahun warga Garung, Desa Yosorejo

4. Sutar (49) warga Tlogopakis

5. Riyanto (laki-laki) 50 tahun, warga Yosorejo

6. Ayat (27) warga Desa Kasimpar

7. Sumeri (30) warga warga Garung, Desa Yosorejo

8. Doni (27) warga Desa Gumelem

9. Winarko (27) warga Desa Gumelem

10. Supari (37) warga Desa Kasimpar

11. Sularso (44) warga Desa Kasimpar

12. Inawati (23) warga Desa Kasimpar

13. Afkar (4) laki-laki, warga Desa Kasimpar

14. Khusnul Cholifah (35) perempuan, warga Desa Kasimpar

15. Rokhim (40) laki-laki, warga Desa Kasimpar

16. Rahmono (24) laki-laki, warga Desa Tlogohendro

17. Joni Yulianto (45) laki-laki, warga Sragi

Korban belum ditemukan

1. M Teguh Imanto warga Desa kayupuring

2. Abiyas warga Desa Kasimpar

3. Giyanto warga Desa Gumelem

4. Tegar Hariyanto warga Batang

5. M Nasrullah Amin warga Pekalongan

6. Asiah warga warga Tlogohendro

7. Ta'ari warga Yosorejo

8. Aurel warga Kasimpar

9. Ta'adi warga Dusun Wonodadi, Desa Songgodadi.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Halaman 4/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved