Longsor Pekalongan Jawa Tengah

Cari Korban Longsor di Pekalongan, Tim SAR Kerahkan Anjing dan Drone

Pencarian korban korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah.

Editor: taryono
Tribun Jateng
Pencarian korban korban banjir bandang dan tanah longsor di Desa Kasimpar, Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah, terus dilakukan Tim SAR gabungan hingga, Rabu (22/1/2025). 

Lebih lanjut, Rizky Aditya menjelaskan, upaya pencarian difokuskan di dua lokasi utama, yaitu rumah Pak Carik dan Cafe Allo.

Selain itu, tim menyusuri aliran sungai yang menuju ke Sungai Welo karena dikhawatirkan ada korban yang hanyut terbawa arus.

"Kejadian ini mengakibatkan banyak korban, jadi di bawah sana ada dua rumah, yaitu rumah pendeta dan rumah Pak Carik, serta satu kafe. Ketiga bangunan utama ini menjadi pusat bencana," imbuhnya.

Rumah Pak Carik menjadi tempat berteduh sementara bagi orang-orang yang menuju ke Petungkriyono ketika hujan deras turun. 

Mereka merasa aman berlindung di sana karena lokasinya jauh dari tebing.

Sementara itu, saat itu di Cafe Allo sedang berlangsung acara keluarga yang juga menunggu hujan reda.

Kemudian, rumah pendeta yang juga terdampak longsor tidak terdapat penghuni saat kejadian.

Desa Kasimpar yang berada di dekat lokasi longsor dinyatakan aman, longsor tidak merusak pemukiman di desa tersebut. 

Rizky menyebut, fokus pencarian berada di rumah Pak Carik dan Cafe Allo, dengan perkiraan sementara jumlah korban yang berada di lokasi tersebut sekitar 20 hingga 30 orang.

"Adapun yang longsor adalah rumah yang berada di bawahnya dan kafe tersebut."

"Saat ini, kita masih berfokus pada pencarian 9 orang yang hilang. Mudah-mudahan tidak ada tambahan jumlah korban hilang," terangnya.

Terbujur Kaku dan Penuh Lumpur

Korban meninggal dalam  longsor di Kecamatan Petungkriyono, Kabupaten Pekalongan, Jawa Tengah ditemukan Tim SAR gabungan dalam kondisi terbujur kaku dan penuh lumpur.

Selian itu, Tim SAR gabungan juga menyatakan kesulitan untuk mengevakusi beberapa jasad karena medan yang ekstrim

Agus Yusuf, anggota tim SAR Bumi Santri Pekalongan, menceritakan pengalaman mencekam saat membantu evakuasi korban longsor.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved