Pemkot Bandar Lampung

Disdag Bandar Lampung Akan Atur HET Minyak Goreng Agar Terjangkau

Disdag Pemkot Bandar Lampung bakal mengatur harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di Kota Bandar Lampung.

Penulis: Bobby Zoel Saputra | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.co.id/Bobby Zoel Saputra
HET MINYAK GORENG - Kepala Disdag Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faishol saat diwawancarai di ruang sidang Paripurna DPRD Bandar Lampung, Kamis (24/10/2024). Disdag Bandar Lampung akan mengatur HET minyak goreng agar terjangkau. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Dinas Perdagangan (Disdag) Pemkot Bandar Lampung bakal mengatur harga eceran tertinggi (HET) minyak goreng di kota setempat.

Kepala Disdag Pemkot Bandar Lampung, Wilson Faishol mengatakan, hal itu dilakukan agar harga minyak goreng masih bisa terjangkau.

“Kita berharap pedagang di pasar Bandar Lampung tetap bisa menjual minyak dengan harga terjangkau ke masyarakat,” ujarnya, Rabu (29/1/2025).

"Meski harga minyak goreng cenderung mahal, kami berusaha agar masyarakat bisa menghemat dan mencari alternatif lain,” terusnya.

Selain upaya mengatur HET minyak goreng yang ada di pasaran, pihaknya juga mengaku akan melakukan operasi pasar.

Dalam hal ini, Dinas Perdagangan Pemkot Bandar Lampung menggandeng Bulog untuk melakukan intervensi pasar melalui operasi pasar.

"Saat ini harga Minyakita Rp 19 ribu. Untuk mengatasi lonjakan, kita bakal melakukan operasi pasar bersama dengan Bulog," imbuhnya.

Wilson menjelaskan, kondisi politik global yang memanas hingga menyebabkan perang dunia disebut menjadi penyebab naiknya harga minyak.

“Ini semua berdampak pada harga minyak internasional termasuk di Bandar Lampung sekarang,” jelasnya.

"Peperangan yang terjadi di beberapa wilayah dunia, termasuk di Palestina juga salah satu penyababnya,” terusnya.

Menurutnya, kenaikan harga minyak dunia dipengaruhi langsung pada harga bahan baku minyak goreng.

Khususnya Crude Palm Oil (CPO), yang sebagian besar diproduksi dengan bahan baku dari luar negeri atau impor.

"Peperangan dan ketegangan politik di luar negeri menyebabkan harga minyak internasional melonjak,” ujarnya.

“Hal ini secara langsung mempengaruhi harga CPO, yang pada gilirannya mengangkat harga minyak goreng di pasar lokal," sebutnya.

Dalam upaya menjaga stabilitas harga, Pemkot Bandar Lampung berharap bisa memitigasi efek dari gejolak geopolitik global.

“Sehingga masyarakat tetap dapat mengakses barang kebutuhan pokok dengan harga yang wajar,” tandasnya.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved