Polisi Lampung Diduga Akhiri Hidup

Sosok Bripka HS, Polisi Lampung yang Akhiri Hidup Dikenal Suka Bergaul

Bripka HS anggota Polsek Telukbetung Timur yang ditemukan akhiri hidup dikenal sebagai sosok yang suka bergaul dengan warga sekitar.

|
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Kiki Novilia
Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra
POLISI AKHIRI HIDUP - Suasana rumah Bripka HS di Kelurahan Langkapura, Kecamatan Langkapura, Kota Bandar Lampung, Selasa (4/2/2025). Bripka HS dikenal sebagai sosok yang suka bergaul dengan warga sekitar. Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Bripka HS anggota Polsek Telukbetung Timur yang ditemukan akhiri hidup dikenal sebagai sosok yang suka bergaul dengan warga sekitar. 

Ketua RT Madiyanto mengatakan, sosok Bripka HS merupakan sosok yang bergaul dengan warga di sekitar rumahnya di Kelurahan Langkapura, Bandar Lampung

"Jadi beliau ini merupakan sosok polisi yang bergaul dengan warga sekitar rumah," kata Ketua RT Madiyanto saat diwawancarai Tribun Lampung di dekat rumah duka, Selasa (4/2/2025). 

Ia mengatakan, polisi tetangganya tersebut merupakan orang yang rajin bergotong royong dengan warga lainnya. 

Kemudian polisi HS ini juga sering bersosialisasi dan selalu hadir dalam setiap kegiatan masyarakat.

"Kami mengenal sosok pak HS ini orang yang bermasyarakat," kata Madiyanto. 

Ia mengatakan, HS tersebut Polisi yang sering berkumpul pada hari besar keagamaan ataupun hari besar acara 17 Agustus. 

HS merupakan sosok seorang yang selalu membaur. 

Ia mengatakan, dirinya mengetahui kejadian nahas itu sekitar pukul 19.00 WIB dan langsung ke rumah duka.

Dirinya langsung menghubungi polisi dan sekitar pukul 19.30 WIB pihak dari Inafis datang dan langsung diproses ke RS Bhayangkara. 

"Pada saat itu saya tidak masuk ke dalam dan tidak tahu persisnya posisi korban tersebut, yang pasti sudah meninggal dunia," kata Madiyanto.

HS meninggal dunia tersebut pada saat keluarga atau istri korban tidak ada di rumah. 

"Kami tunggu dari hasil penyelidikan polisi," kata Madiyanto.

Pasa sata korban meninggal dunia istri sedang berada di kampung sedang liburan.

Karena rumah posisinya terkunci, dan untuk membuka kunci tersebut yang bersangkutan tidak bernyawa. 

Aroma kurang sedap tercium bau dan perkiraan korban meninggal dunia antara pagi atau sudah menginap.

( Tribunlampung.co.id / Bayu Saputra )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved