Aksi Teror di PT Prima Alumga Mesuji

Pekerja PT Prima Alumga Lampung Harap Kepolisian Usut Aksi Teror yang Terjadi

Para pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Prima Alumga di Mesuji, Lampung, berharap pihak kepolisian mengusut aksi teror yang terjadi.

Tribunlampung.co.id /M Rangga Yusuf
PERUSAHAAN MERUGI: Karyawan PT Prima Alumga memasang spanduk di sekitar lingkungan perusahaan lantaran aksi teror yang terjadi tak berkesudahan, Sabtu (15/2/2025). Para pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Prima Alumga di Mesuji, Lampung, berharap pihak kepolisian mengusut aksi teror yang terjadi. 

Tribunlampung.co.id, Mesuji - Para pekerja di perusahaan perkebunan kelapa sawit PT Prima Alumga di Mesuji, Lampung, berharap pihak kepolisian mengusut aksi teror yang terjadi.

Diketahui, jadi korban teror oleh orang tak dikenal, PT Prima Alumga di Mesuji, Lampung, menggelar jumpa pers, Sabtu (15/2/2025).

Satu korban tersebut yakni karyawan PT Prima Alumga yangmengalami penusukan di bagian perutnya.

Atas tragedi itu, korban bernama Agus Wahyudi menuntut keadilan kepada penegak hukum untuk mengadili pelaku penusukan.

"Sampai saat ini kasus penusukan yang saya alami belum ada perkembangan dan kami menuntut keadilan atas kejadian ini," ujar Agus yang menjabat sebagai Asisten kebun PT Prima Alumga, Sabtu.

Agus menuturkan tragedi penusukan yang dialaminya merupakan perbuatan tindak pidana.

Untuk itu pihaknya sangat berharap pihak kepolisian mengusut dan memberi sanksi terhadap pelaku.

Supaya peristiwa tersebut tidak berulang terjadi di lingkungan perusahaan PT. Prima Alumga.

"Ya kami sangat berharap lingkungan kerja kami ini bisa tetap aman, supaya kami tetap nyaman dalam bekerja," ungkapnya.

Dijelaskan Agus, kronologi kejadiannya terjadi pada Selasa, 14 Januari 2025.

Saat itu ia bersama rekan kerjanya bernama Rio Sinaga sedang mengangkut temuan buat sawit curian di areal kemitraan perkebunan kelapa sawit tepatnya blok 15 C.

Ketika sedang mengangkut temuan buah sawit curian tersebut, dari jauh korban sempat dipanggil oleh pelaku penusukan yang diduga berinisial M.

Karena pada saat kejadian, pelaku sempat menyebut dirinya M.

Jarak antara korban dan pelaku kurang lebih sekitar 100 meter.

Saat mendekat, pelaku langsung mencoba merangkulnya tetapi langsung ditepisnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved