Berita Terkini Nasional

Gegara Cemburu, PNS di Riau Tega Bunuh Istrinya dengan Golok

staf pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Inspektorat Kabupaten Kuansing  yang bernama Elvis Adri kabur menggunakan motor setelah membunuh istrinya.

Tayang:
Editor: taryono
Dok. Polres Kuansing via Tribun Pekanbaru
EVAKUASI - Jasad Juniwarti, Guru SMPN 4 Kuantan Tengah yang tewas diduga dibunuh suami dievakuasi ke RSUD Teluk Kuantan, Senin (24/2/2025). Staf pegawai negeri sipil (PNS) di Dinas Inspektorat Kabupaten Kuansing  yang bernama Elvis Adri kabur menggunakan motor setelah membunuh istrinya yang bernama  Juniwarti (50), Wakil Kepala Sekolah SMP di Kuantan Singingi (Kuansing), Riau. 

Apalagi ia ingat dengan anak-anak dan jasa istrinya selama ini.

"Saya sebenarnya tidak ingin, namun bisikan dan ada kekuatan gaib yang besar saya rasakan. Saya tidak bisa melawannya. Akhirnya saya menuruti bisikan dan kekuatan gaib itu," ujar Elvis Ardi.

Tidak ada perlawanan dari Juniwarti saat Elvis akan menggorok lehernya dari belakang.

Elvis juga tidak melakukan pemukulan sebelum ia membunuh istrinya itu.

"Tidak ada pemukulan, tidak ada perlawanan dari ibu (Juniwarti)," ujar Elvis menjawab pertanyaan Kapolres Kuansing AKBP Angga F Herlambang.

Saat golok sembelih hewan kurban itu menempel di leher Juniwarti, Elvis mengaku sempat mengurungkan niatnya.

Namun, lagi-lagi ia mendengar bisikan dan merasakan kekuatan gaib yang memaksanya untuk menggorok leher istrinya.

"Saya sempat melawan kekuatan gaib itu, namun kekuatannya cukup besar," ujar Elvis.

Elvis juga mengungkapan kata terakhir dari istrinya sebelum digorok.

Ia mengatakan jika istrinya mengucapkan dua kalimat Syahadat.

"Ibu juga berucap La ilaha illallah, setelah itu langsung saya gorok," ujar Elvis.

Dua Hari Sembunyi di Hutan

Setelah membunuh istrinya, Elvis kemudian mengganti celana panjang dan mengenakan celana pendek.

Setelah itu, ia pun kabur menggunakan sepeda motor matic Scoopy merah.

"Saya pergi untuk mencari petunjuk, begitu sampai ke ATM Kelurahan Muara Lembu, saya berhenti untuk menarik uang," ujarnya.

Sumber: Tribunnews
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved