Banjir di Lampung
Warga Bandar Lampung 2 Kali Terkena Banjir Dalam Satu Hari
Warga di Perumahan Gelora Persada, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, mengalami 2 kali kebanjiran dalam satu hari.
Penulis: Bayu Saputra | Editor: Noval Andriansyah
Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Warga di Perumahan Gelora Persada, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, mengalami 2 kali kebanjiran dalam satu hari.
Diketahui, hujan deras sempat mengguyur wilayah Lampung, termasuk Bandar Lampung, pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 05.00 WIB hingga pukul 06.30 WIB.
Baca juga: Pemotor Nekat Melintasi Banjir di Pesawaran Lampung, Berujung Mogok
Hujan deras kembali mengguyur wilayah Lampung, termasuk Bandar Lampung, pada Kamis (27/2/2025) sekitar pukul 15.30 WIB hingga pukul 17.00 WIB.
Alhasil, sejumlah wilayah di Bandar Lampung mengalami banjir, satu di antaranya di Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Levi Saputra, warga RT 15, Kelurahan Rajabasa Raya, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, mengatakan, ia dan warga di tempat tinggalnya mengalami 2 kali banjir.
"Jadi banjir sudah dua kali, pagi dan sore hari ini, banjir sekitar sore jam 16.00 WIB. Jadi selesai pagi tadi kami kebanjiran, dan sore tadi sekitar jam 15-16.00 WIB belum beres," kata Levi Saputra saat diwawancara, Kamis (27/2/2025).
Levi memilih untuk mengungsi mencari dataran tinggi agar tak terkena banjir, jika hujan kembali datang Kamis malam.
"Malam ini (Kamis) kami mengungsi cari daratan tinggi, kalau air ini surut paling cepat 6 jam," ucap Levi.
Levi menyebut, di tempatnya tinggal terdapat sekitar 60 kepala keluarga (KK).
"Khusus di RT 15 ada sekitar 60 KK dan kalau digabung dengan RT 12-14 ada sekitar 500-an," sebut Levi.
Levi pun berharap pemerintah daerah bisa mengatasi banjir agar tak kembali terulang di masa depan.
Terlebih, musim penghujan belum menunjukkan tanda-tanda berhenti.
Motor Mogok
Akibat banjir yang terjadi di ruas Jalinbar, Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, membuat sejumlah kendaraan mengalami mogok.
Diketahui, banjir merendam ruas Jalinbar, di Gedong Tataan, Kabupaten Pesawaran, Lampung, pada Kamis (27/2/2025) sore.
Hujan deras yang mengguyur sejak siang menyebabkan genangan air setinggi 30-50 cm di beberapa titik, terutama di kawasan dekat Polsek Gedong Tataan.
Pengendara yang mencoba melintas akhirnya harus berhenti di tengah jalan.
Hal ini karena pengendara khawatir mesin motor mereka mati akibat kemasukan air dan arus air sangat berbahaya.
“Saya kira masih bisa dilewati, ternyata airnya cukup tinggi dan motor saya langsung mogok karena businya kerendam banjir,” ujar Rifat warga Kemiling, Bandar Lampung yang dari arah Gedong Tataan.
Nuri, warga Bernung, Kecamatan Gedong Tataan yang juga merupakan pengguna jalan mengatakan dirinya telah terjebak macet selama dua jam.
Dirinya yang mengendarai kendaraan roda empat tersebut menyebut bahwa kendaraan sangat padat dari dua sisi.
Saat ini Nuri masih menunggu kendaraan terurai.
“Ya, masih padat sepertinya masih belum bisa lewat,” pungkasnya.
Banjir di Bandar Lampung
Diberitakan sebelumnya, banjir juga menggenangi permukiman warga di Kelurahan Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung.
Warga Nunyai, Kecamatan Rajabasa, Kota Bandar Lampung, mengalami kebanjiran setinggi 1 meter, Kamis (27/2/2025) malam.
Iyan, korban banjir mengatakan, ia mengalami kebanjiran setinggi satu meter setelah hujan turun begitu lebatnya.
"Kami mengalami kebanjiran setinggi 1 meter, hujan hari ini cukup deras dan akhirnya kami kebanjiran," kata Iyan, Kamis (27/2/2025).
Ia mengatakan, banjir tersebut naik sekitar pukul 16.30 WIB, dan ia menduga air merupakan kiriman dari daerah lain.
"Air itu biasanya dari Kemiling ke sini (Nunyai), hujan sudah berhenti dan air tersebut sudah berhenti hujannya lalu banjir," kata Iyan.
Ia mengatakan, setelah banjir sekitar 10 menit, air tersebut langsung naik.
"Perkiraan sekitar jam 12 malam, kemungkinan air belum surut," kata Iyan.
Ia mengatakan, i sekitar rumahnya tidak ada yang mengungsi.
Iyan juga mengaku, beberapa waktu lalu banjir yang dialaminya lebih parah karena sampai seleher orang dewasa.
( Tribunlampung.co.id / Oky Indrajaya / Bayu Saputra )
| Andri Sepdiyanto Temukan Jasad Istri Saat Menyelam di Rumah yang Terendam Banjir |
|
|---|
| Detik-detik Mencekam Banjir Bandang Terjang Rumah Andri, Istrinya Tak Selamat |
|
|---|
| Walhi Soroti Kerusakan Perbukitan Bandar Lampung sampai Banjir Berulang |
|
|---|
| Curah Hujan 75,2 MM Akibatkan 34 Lokasi Bandar Lampung Banjir, Longsor dan Korban Jiwa |
|
|---|
| Damkarmat Bantu Evakuasi Lansia dan Anak-anak yang Terjebak Banjir di Bandar Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Warga-Bandar-Lampung-2-Kali-Terkena-Banjir-Dalam-Satu-Hari.jpg)