Berita Viral

Sosok Kunci Pertamax Oplosan, Direktur Maya Kusmaya Gajinya Rp 1 M Per Bulan

Sosok pertama kali yang memerintahkan agar Pertamax dioplos dengan campuran pertalite agar bisa menghasilkan keuntungan. Ia adalah Maya Kusmaya.

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
Kompas.com/Shela Octavia
SOSOK MAYA KUSMAYA - Maya Kusmaya saat digiring ke mobil tahanan usai diperiksa di Gedung Kartika Kejaksaan Agung, Jakarta, Rabu (26/2/2025). Maya Kusmaya merupakan sosok pertama yang perintahkan pengoplosan BBM Pertamax dengan Pertalite yang kini beredar di masyarakat. Dok Kompas.com/Shela Octavia. 

Maya Kusmaya lahir di Tasikmalaya, Jawa Barat, pada 31 Agustus 1980.

Sebelum memasuki karier di sektor liquefied natural gas (LNG), Maya menempuh pendidikan S-1 di Teknik Kimia di Institut Teknologi Bandung (ITB) dan melanjutkan S-2 di Norwegian University of Science and Technology (NTNU) dengan fokus pada Natural Gas Technology.

Karier Maya di PT Pertamina dimulai melalui berbagai posisi strategis.

Ia pernah menjabat sebagai Senior Analyst Gas Business Initiatives dari 2015 hingga 2016, Engineering Manager di Pertamina Gas Directory dari 2016 hingga 2018, dan Portfolio and Business Development Manager dari 2018 hingga 2020.

Kemudian, ia menjadi VP Kapasitas Komersial dan Aset PT Pertamina Gas pada tahun 2020-2021, serta VP Operasi Perdagangan PT Pertamina Patra Niaga dari Maret hingga Juni 2023.

Pada Juni 2023, Maya diangkat sebagai Direktur Pemasaran Pusat dan Niaga PT Pertamina Patra Niaga dalam Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) yang berlangsung pada 16 Juni 2023.

Pengangkatannya bertepatan dengan penunjukan Riva Siahaan sebagai direktur utama, yang juga telah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi ini pada 24 Februari 2025.

Salah satu yang menjadi perhatian adalah besaran gaji dan tunjangan uang diterima para direksi perusahaan tersebut.

Dikutip dari Kompas.com pada Kamis (27/2/2025), gaji Direktur Utama PT Pertamina Patra Niaga mengikuti pedoman internal Pertamina.

Berdasarkan aturan yang berlaku, gaji direktur lainnya di perusahaan ini sebesar 85 persen dari gaji Direktur Utama.

Selain gaji pokok, para direksi juga menikmati berbagai tunjangan dan fasilitas.

Mulai dari tunjangan hari raya (THR), tunjangan perumahan, asuransi purna jabatan, asuransi kesehatan, hingga fasilitas kendaraan dinas.

Selain itu, direksi juga berhak menerima insentif kinerja yang diberikan sebagai penghargaan atas pencapaian laba dan target perusahaan.

Jika target tercapai, tambahan kompensasi diberikan dalam bentuk Penghargaan Jangka Panjang atau Long Term Incentive (LTI).

Berdasarkan Laporan Keuangan 2023 PT Pertamina Patra Niaga, total kompensasi yang diberikan kepada manajemen kunci mencapai 19,1 juta dollar AS atau sekitar Rp 312 miliar.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved