Berita Viral
Sel Eksklusif Rp60 Juta di Lapas Blitar, Tawarkan Jam Malam Lebih Lama
Keberadaan sel eksklusif di Lapas Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, menawarkan kenyamanan bagi para napi di dalamnya.
Penulis: Kiki Novilia | Editor: Kiki Novilia
Ringkasan Berita:
- Keberadaan sel eksklusif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, menawarkan kenyamanan bagi para napi di dalamnya.
- Sel tersebut tidak ditawarkan ke sembarang orang, melainkan kepada tahanan tindak pidana korupsi (tipikor).
- Penghuni sel D1 memperoleh fasilitas berupa waktu jam malam yang lebih panjang secara durasi.
Tribunlampung.co.id, Blitar - Keberadaan sel eksklusif di Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Blitar, Jawa Timur, menawarkan kenyamanan bagi para napi di dalamnya.
Temuan ini diungkap oleh Kepala Lapas, Iswandi, saat menjabat di hari pertama bekerja. Ia membeberkan adanya sel khusus bernomor D1 yang dipatok Rp60 juta.
Sel tersebut tidak ditawarkan ke sembarang orang, melainkan kepada tahanan tindak pidana korupsi (tipikor). Dalam aksinya dua petugas lapas berinisial RJ dan W diduga terlibat secara aktif.
“Dua petugas keamanan ini (RJ dan W) menawarkan kepada tiga tahanan tipikor waktu baru masuk ke sini. Menawarkan mungkin kenyamanan. Kamar D1 namanya,” ujarnya dikutip dari Tribunnews pada Kamis (30/4/2026).
Para penghuninya bisa lebih leluasa karena sel tersebut maksimal dihuni hanya 15 orang. Berbanding terbalik dengan sel lainnya yang penuh sesak.
Baca juga: Terkuak Sel Khusus di Lapas Blitar, Ditawar Rp60 Juta untuk Napi Korupsi
Selain itu, penghuni sel D1 juga memperoleh fasilitas lain berupa waktu jam malam yang lebih panjang secara durasi.
Iswandi mengungkapkan sel tersebut baru dikunci oleh petugas setelah waktu shalat Isya. Padahal, untuk sel lain, petugas sudah menguncinya pada pukul 16.00 WIB.
Iswandi mengatakan dua terduga pelaku mematok harga yang fantastis untuk sel D1 tersebut.
Dia menjelaskan tiga tahanan tipikor yang merupakan eks pejabat di Pemkab Blitar itu diminta membayar Rp100 juta agar bisa menghuni sel tersebut.
Namun, lantaran dirasa terlalu mahal, negosiasi pun dilakukan. Alhasil, ada harga yang disepakati yakni Rp60 juta untuk tiap tahanan. Sehingga, total uang yang diterima RJ dan W sebesar Rp180 juta.
“Dugaannya (ditawarkan) sampai Rp 100 juta. Cuma setelah tawar-menawar, rata-rata di tiga orang itu bayar (masing-masing) di Rp 60 juta,” kata Iswandi.
Iswandi menjelaskan modus pembayaran yang digunakan RJ dan W yakni menghubungi keluarga tahanan. Adapun transaksi itu dilakukan secara tunai atau transfer.
“(Untuk pembayaran) mereka tidak berhubungan langsung. Mereka berhubungan dengan keluarga. Mereka (tahanan) di dalam tidak tahu, tahunya keluarganya sudah membayar itu,” jelasnya.
Masih Pemeriksaan
Hingga kini, RJ dan W masih menjalani pemeriksaan intensif di Kementerian Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenimipas) Wilayah Jawa Timur di Surabaya sejak Senin (27/4/2026).
Selain mereka, Kepala Keamanan Lapas IIB Blitar berinisial ADK juga dimintai keterangan meski sedang menjalani pendidikan di Bandung, Jawa Barat.
Iswandi mengungkapkan segala keputusan terkait sanksi maupun nasib para terduga pelaku tergantung dari temuan pihak Kemenimipas Jawa Timur.
"Untuk pemeriksaan mendalam dari pimpinan kita di Kantor Wilayah, termasuk memberikan sanksi. Karena pemeriksaan pegawai dan pemberian sanksi harus dari Kantor Wilayah," pungkasnya.
| Mobil Kepala Dinas Tabrak Rombongan Siswa SD yang Sedang Jajan, 1 Tewas di Tempat |
|
|---|
| Dokter Gadungan Nekat Tindak Pasien, Wajah Korban Bernanah hingga Infeksi Parah |
|
|---|
| Menteri PPPA Minta Maaf, Kini Prioritaskan Keselamatan Perempuan dan Laki-laki |
|
|---|
| Nasib Tragis Korban Dokter Gadungan Eks Puteri Indonesia Riau 2024, Alami Cacat Permanen |
|
|---|
| Sosok Bocah yang Makan Rumput di Cianjur, Sang Ayah: Ngamuk Kalau Dilarang |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Sel-Eksklusif-Rp60-Juta-di-Lapas-Blitar.jpg)