Demo RUU TNI Ricuh di Bandung
Kerugian Bank Hana Imbas Dibakar Massa Unjuk Rasa Tolak RUU TNI di Bandung
Pihak Bank Hana belum bisa memastikan jumlah kerugian yang dialami akibat pembakaran yang dilakukan massa aksi unjuk rasa tolak pengesahan RUU TNI.
"Saya belum bisa pastikan adakah barang yang dijarah atau tidak," katanya.
Tito memastikan data-data nasabah aman, tidak terdampak kebakaran.
Walau pun data nasabah aman, pihaknya mengalami kerugian materil dan karyawan tidak bisa berkerja dalam waktu dekat.
"Data nasabah semua ada di dalam sistem. Kami pastikan cukup aman."
"Saya belum bisa pastikan kerugian itu ada berapa. Karyawan besok tidak bisa bekerja," ucapnya.
Berujung Ricuh
Diberitakan sebelumnya, unjuk rasa penolakan pengesahan rancangan Undang-undang TNI di Bandung berujung ricuh hingga satu kantor bank dibakar massa yang bertindak anarkis.
Aksi unjuk rasa berlangsung pada Jumat (20/3/2025) sementara pembakaran kantor bank terjadi pada Sabtu (21/3/2025) dini hari.
Adapun kantor bank yang dibakar massa tersebut yakni bank swasta, Hana Bank, di Jalan Ir H Djuanda, Dago Kota Bandung.
Aksi unjuk rasa itu mulanya digelar oleh sejumlah mahasiswa sekitar pukul 16.00 WIB.
Masa aksi pun bergantian menyampaikan orasi di depan Gedung DPRD Jabar yang sudah kosong, tak ada satupun anggota DPRD yang berada di dalam Gedung Wakil Rakyat tersebut.
Unjuk rasa pun mulai memanas saat massa mencoba masuk secara paksa ke dalam gedung DPRD Jabar.
Massa aksi juga membakar water barrier milik Dinas Perhubungan di halaman Gedung Sate dan melemparkan petasan, batu, hingga bom molotov ke arah Gedung DPRD Jabar.
Polisi yang berjaga tidak merespons sikap anarkis massa.
Hingga akhirnya sekitar pukul 21.30 WIB sempat terjadi aksi saling kejar antara massa berpakaian hitam-hitam dengan polisi berpakaian preman.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.