Berita Viral
Cemburu Istri Telepon Pria Lain, Pria Asal Sumedang Tega KDRT
Seorang pria berinisial RH (42) tega melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada istrinya sendiri, inisial LG (40). Ini karena cemburu buta.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Sumedang - Seorang pria berinisial RH (42) tega melakukan kekerasan dalam rumah tangga pada istrinya sendiri, inisial LG (40).
RH secara brutal menebas LG menggunakan sebilah golok di kediaman mereka Kampung Bunisari RT04/02 Desa Banjarsari, Kecamatan Jatinunggal, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat.
Awal mula insiden tersebut terjadi lantaran LG tepergok RH sedang teleponan dengan pria lain yang diduga selingkuhannya.
Peristiwa penganiayaan ini terjadi saat malam takbiran, Minggu (30/3/2025) malam.
Kini, korban telah dibawa ke Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Umar Wirahadikusumah lantaran jari tangannya hampir putus akibat sabetan senjata tajam jenis golok.
"Kejadiannya saat malam takbir, sekira pukul 20.00," kata Kepala Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Sumedang, AKP Uyun Saeful Uyun dikonfirmasi Tribun Jabar.id, Senin (31/3/2025) pagi.
Uyun mengatakan, kejadian ini berawal setelah korban kepergok sedang menghubungi seorang pria lain yang diduga selingkuhannya melalui sambungan seluler.
"Pelaku memergoki istrinya sedang menelepon pria yang diduga selingkuhannya."
"Pelaku sempat menegurnya, namun tak diindahkan oleh korban, pelaku mengambil sebilah golok di dapur hingga menebas istrinya," ucapnya.
Akunya kejadian ini, kata Uyun, korban harus mendapatkan penangan medis di RSUD Umar Wirahadikusumah akibat jari tangannya terluka akibat sabetan senjata tajam.
"Jari tangan korban hampir putus. Pelaku sudah diamankan di Mapolres Sumedang," ujarnya.
BERITA LAIN: 10 Bulan Pisah Ranjang, Suami Bacok Istri Gara-gara Keinginannya Tak Terpenuhi
Suami di Jawa Timur nekat membacok istrinya sendiri gara-gara permintaannya tidak terpenuhi.
Diketahui pasangan suami istri di Jawa Timur tersebut sudah sekitar 10 bulan pisah ranjang.
Pelaku sang suami berinisial CH (36) mendatangi rumah istrinya SC (32) di Desa Bendosari, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, Jawa Timur, Sabtu (9/11/2024) pukul 11.00 WIB.
Sang suami sempat mengutarakan permintaan atau keinginannya kepada istri namun bertepuk sebelah tangan.
Pelaku CH, minta kepada istrinya SC untuk meminjam handphone (HP).
Namun korban tak mau meminjamkan handphone kepada suaminya.
Alasanya, ponsel korban merupakan ponsel milik orang tua korban.
Setelah itu, pelaku pergi dari rumah korban.
Sekitar pukul 11.00 WIB, korban bersama ibu dan anaknya yang berumur 2 tahun pergi membeli makanan di toko yang berjarak sekira 300 meter dari rumahnya.
Saat di depan toko, pelaku datang lagi menemui korban.
Pelaku mengadang korban yang hendak pulang dari toko.
Terjadi pertengkaran antara pelaku dan korban di depan toko.
Mengetahui hal itu, ibu korban dengan diantar warga pulang lebih dulu ke rumah untuk memberitahu bapak korban agar menjemput korban yang sedang bertengkar dengan pelaku di depan toko.
Ketika, bapak korban tiba di lokasi, korban sudah dalam kondisi terkapar bersimbah darah di pinggir jalan.
Sedangkan pelaku terlihat masih memegang parang yang baru digunakan untuk membacok korban dan diacungkan ke arah bapak korban.
"Selanjutnya, pelaku melarikan diri naik sepeda motor. Sedang korban segera dibawa ke rumah sakit," kata Kasi Humas Polres Blitar, Ipda Putut Siswahyudi dilansir Tribunjatim.com.
Akibat peristiwa itu, korban mengalami luka bacok di muka, kepala atas dan belakang, telinga kanan, tengkuk, telapak tangan kiri bagian luar, telapak tangan kanan bagian luar, tulang telapak tangan kiri patah, dan jari tengah tangan kanan putus.
Korban, saat ini menjalani perawatan di RS Aminah Kota Blitar.
"Kami mengamankan barang bukti berupa pakaian yang dipakai korban dan parang yang digunakan pelaku membacok korban. Pelaku masih dalam pengejaran," katanya.
Ipda Putut Siswahyudi menegaskan pelaku dan korban masih berstatus suami istri.
"Hubungan korban dan pelaku adalah suami istri sah. Tapi, mereka pisah ranjang sudah sekitar 10 bulan," ucapnya.
Saat ini pelaku berstatus buronan polisi dan kasusnya ditangani Satreskrim Polres Blitar.
( Tribunlampung.co.id / TribunJabar.id )
| Kesaksian Guru SD Saat Siswa Tertabrak Mobil Kepala Dinas, 'Ada yang Masuk Selokan' |
|
|---|
| Andre Taulany Irit Bicara Soal Dugaan Penganiayaan Erin, 'Takut Jadi Kemana-mana' |
|
|---|
| Sel Eksklusif Rp60 Juta di Lapas Blitar, Tawarkan Jam Malam Lebih Lama |
|
|---|
| Mobil Kepala Dinas Tabrak Rombongan Siswa SD yang Sedang Jajan, 1 Tewas di Tempat |
|
|---|
| Dokter Gadungan Nekat Tindak Pasien, Wajah Korban Bernanah hingga Infeksi Parah |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Ilustrasi-garis-polisi-dua-balita-meninggal-dunia-usai-makan-mie-goreng-campur-nasi-saat-buka-puasa.jpg)