Berita Viral

Kepsek Diduga Jual Aset Sekolah, Malam-malam Angkut Kayu Pakai Truk

Geger kepala sekolah diduga mencuri hingga jual aset sekolah. Aksinya itu tepergok oleh saksi.

Editor: Kiki Novilia
dok.Polres Tanggamus
DIDUGA JUAL ASET - Ilustrasi bongkahan kayu. Geger kepala sekolah diduga mencuri hingga jual aset sekolah. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Geger kepala sekolah diduga mencuri hingga jual aset sekolah

Isu tersebut mengenai kepala sekolah atau Kepsek SDK Watobuku, Desa Waiula, Kecamatan Wulanggitang, Kabupaten Flores Timur, Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT).

Ia diduga mencuri lalu menjual aset sekolah berupa seng hingga kayu balok.

Pasalnya, kepsek berinisial DMU itu pernah ketahuan kala mengambil balok, dibantu beberapa orang yang salah satunya sopir truk pada 14 April lalu.

"Ada dugaan pencurian, yang mana pelakunya itu tidak lain adalah kepala sekolah. Kemarin malam sempat kepergok," ujar seorang sumber, Selasa (15/4/2025), melansir dari TribunFlores.

Sumber ini menyebut, beberapa waktu sebelumnya, terjadi aksi serupa ketika hari sudah malam.

Lampu sekolah yang biasanya menyala justru dipadamkan.

Saksi yang melihatnya tak sempat menggrebek aksi itu. Dia belum menaruh curiga lantaran mengira kepsek mengambil kayu untuk urusan sekolah, bukan dibawa keluar sekolah.

"Pas ketahuan baru-baru ini, akhirnya mereka mulai cerita bahwa itu hari juga pernah ambil kayu, pernah juga ambil seng," ceritanya.

Selain warga, DMU pernah ditegur salah satu tokoh masyarakat di sana bahwa perbuatannya tidak benar.

Praktik ini terjadi mulai dari malam hari termasuk saat bencana erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki.

"Pernah juga sewaktu erupsi Gunung Lewotobi Laki-laki, ketika kampung sunyi karena warga pergi mengungsi," katanya.

Sumber itu menambahkan, masyarakat pernah membantu pihak sekolah membongkar kayu dan seng di SDK Watobuku.

Kesepakatannya, barang bekas yang masih layak pakai itu akan dijual ke masyarakat dengan harga murah.

"Kepseknya bilang, nanti sama-sama rembuk untuk omong-omong lebih lanjut. Tapi dalam perjalanan tidak ada kabar, kayu-kayu itu malah diangkut oleh kepsek ke rumahnya, tidak tahu mau digunakan untuk apa," katanya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved