Berita Terkini Nasional

Viral Bidan di Sumut Sopiri Sendiri Ambulans demi Selamatkan Ibu Hamil

Viral bidan bernama Doya Berutu sopiri sendiri mobil ambulans untuk menyelamatkan ibu hamil di Kabupaten Dairi, Sumut.

Editor: taryono
TRIBUN MEDAN/ ISTIMEWA
BIDAN VIRAL - Tangkapan layar seorang bidan tampak mengendarai mobil ambulans yang di Kabupaten Dairi, Sumatera Utara, Senin (21/4/2025). Ia membawa pasien ibu hamil pecah ketuban dari Puskesmas Parongil ke RSUD Sidikalang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, SUMUT - Viral bidan bernama Doya Berutu sopiri sendiri mobil ambulans untuk menyelamatkan ibu hamil.

Peristiwa itu terjadi Puskesmas Parongil, Kecamatan Silima Pungga-Pungga, Kabupaten Dairi, Sumatera Utara.

Doya Berutu diketahui adalah koordinator bidan di Puskesmas Parongil di kecamatan setempat.

Dalam video yang beredar, tampak bidan  Doya Barutu duduk di kursi kemudi ambulans membawa seorang pasien yang hendak melahirkan.

Sirine terdengar berbunyi keras, dan  bidan tersebut tampak berkonsentrasi penuh agar tidak terjadi kecelakaan di jalur yang tampak sepi.

Aksi tersebut mendapat pujian dari warganet.

Beberapa netizen menganggap bahwa bidan tersebut dinilai serba bisa karena mengendarai mobil ambulans yang kebanyakan dikemudikan pria.

Lalu, bagaimana fakta sebenarnya terkait video viral bidan menjadi sopir ambulans tersebut?

Kronologi Bidan Doya Berutu

Kepala Puskesmas Parongil, Rismawaty Doloksaribu mengungkap bila peristiwa tersebut terjadi Selasa (14/4/2025).

Kronologi bermula saat pihak Puskesmas Parongil menerima telepon dari bidan desa bahwa ada pasien yang dalam kondisi emergency pada Selasa pagi.

"Pagi itu kami dapat telepon dari bidan desa, bahwa ada pasien yang sudah pecah ketuban," kata Rismawaty Doloksaribu kepada Tribun Medan, Senin (21/4/2025).

Kemudian, pihak Puskesmas meminta bidan desa tersebut untuk merujuk ibu hamil tersebut ke Puskesmas.

"Lalu kami minta untuk segera diantar ke Puskesmas," ujar dia.

Setibanya di Puskesmas Parongil, ibu hamil tersebut langsung melakukan pemeriksaan dan dipastikan bila pasien mengalami pecah ketuban.

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved