Berita Terkini Nasional
Viral Bidan di Sumut Sopiri Sendiri Ambulans demi Selamatkan Ibu Hamil
Viral bidan bernama Doya Berutu sopiri sendiri mobil ambulans untuk menyelamatkan ibu hamil di Kabupaten Dairi, Sumut.
Alasannya, sopir itu tidak melengkapi berkas PPPK.
"Sudah kita cek dan koordinasi katanya sudah lama tidak ada sopir ambulans di tempat mereka. Supir yang lama itu, katanya keluar karena tidak melengkapi berkas PPPK," ucapnya.
Menurutnya, belum adanya sopir itu karena kemungkinan gaji sopir ambulans, belum dianggarkan di kabupaten Dairi.
"Hari ini memang posisinya belum bisa menerima sopir baru. Inilah mau Kita sarankan perubahan anggaran di Kabupaten agar bisa menampung (gaji sopir ambulans)," jelasnya.
Untuk itu, Faisal mendorong Dinkes, maupun Pemkab Dairi untuk segera mencari sopir ambulans.
"Sebenarnya percepatan (cari sopir ambulans) sudah kita dorong baik itu ke Pemkab, Dinkes atau pun ke Puskesmas yang bersangkutan. Namun memang, setiap nakes di Puskesmas itu harus siap dan serba bisa terutama dalam kondisi darurat," tuturnya.
Solusi Jangka Pendek Atasi Kekurangan Sopir Ambulans
Kepala Dinas Kesehatan Sumatera Utara Faisal Hasrimy menduga keterbatasan anggaran menjadi penyebab pihak Pemkab Dairi belum bisa memenuhi adanya sopir ambulans di setiap Puskesmas.
"Sudah kita dorong karena hari ini memang keterbatasan anggaran. Tetapi itu tidak jadi penghalang, karena seluruh pihak Nakes yang dikerjakan di Puskesmas sudah dianggap serba bisa dalam keadaan darurat," jelas Faisal Hasrimy.
Meski begitu, jika memang tidak bisa mencarikan sopir ambulans di Puskesmas secara full, setidaknya kata Faisal pihaknya menyarankan agar Puskesmas tetap mencari ambulans dengan sistem gaji harian.
"Artinya hari ini sopir puskesmas tidak ada. Kita dorong, kita sesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah kalau dananya ada kita gaji sopir. Jika tidak bisa, kita pakai sopir ambulans yang di gaji harian. Namun, semua tergantung kondisi keuangan daerah. Karena biasanya beberapa pegawai Puskesmas ini selain jadi tenaga kontrak juga merangkap jadi sopir ambulans," jelasnya.
Menurutnya, ada beberapa Puskesmas mengambil kebijakan sopir harian yang sifatnya mendesak.
"Artinya tergantung situasional, solusi ini, tetap kita dorong supaya sopir ambulans tetap bisa direkrut. Jika tidak bisa, setidaknya di waktu-waktu tertentu saja. Karena emergency tidak setiap hari tapi Nakes kita di Puskesmas sudah siap dengan segala kondisi," jelasnya.
Menurutnya ada 619 Puskesmas di Sumut, sehingga harus dimaklumi jika ada beberapa Puskesmas yang tidak memiliki sopir ambulans.
Sementara tidak setiap hari di Puskesmas ada emergency.
Karena Puskesmas kebanyakan dijadikan tempat pelayanan imunisasi dan lain-lain.
"Meski begitu ini akan kita dorong terus agar setiap kabupaten kota memberi anggaran untuk pembayaran gaji sopir ambulans.karena ada beberapa sopir yang memang tidak digaji, karena mereka memang merangkap Nakes tenaga kontrak," ucapnya.
Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com
| Uang Susu Anak Jadi Pemicu Pria Bawa Badik Ngamuk, Videonya Viral di Medsos |
|
|---|
| Sosok DR Pelaku Rudapaksa Mahasiswi di Makassar Ternyata Tak Biasa |
|
|---|
| Pengakuan Mengejutkan Priyo, Lihat Ririn Bantai Haji Sahroni Sekeluarga |
|
|---|
| Bawa Parang, Sertu MB Lari ke Hutan Usai Lakukan Tindak Asusila ke Bocah SD |
|
|---|
| Sosok yang Dihubungi Mahasiswi NDR Sebelum Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/BIDAN-VIRAL-Tangkapan-layar-seorang-bidan-tampak.jpg)