Berita Terkini Nasional
Sosok DR Pelaku Rudapaksa Mahasiswi di Makassar Ternyata Tak Biasa
Berdasar catatan kepolisian, pelaku DR bukan orang yang pertama kali melakukan tindak pidana kriminal.
Penulis: Robertus Didik Budiawan Cahyono | Editor: Robertus Didik Budiawan Cahyono
Ringkasan Berita:
Tribunlampung.co.id, Sulawesi Selatan - Sosok Feri alias DR (29) pelaku rudapaksa mahasiswi di Makassar, Sulawesi Selatan ternyata tidak biasa.
Berdasar catatan kepolisian, pelaku DR bukan orang yang pertama kali melakukan tindak pidana kriminal.
Hal ini diungkap oleh Kapolrestabes Makassar Kombes Pol Arya Perdana setelah berhasil meringkus DR.
DR berhasil diringkus polisi Polrestabes Makassar di Surabaya, Sabtu (16/5/2026). Penangkapan tepatnya di Pelabuhan Tanjung Perak.
DR diringkus berkat kerjasama Polrestabes Makassar bekerjasama dengan Polrestabes Surabaya dan Polres Pelabuhan KPPP Tanjung Perak.
Diketahui penangkapan DR ini seminggu setelah pelaku melancarkan aksinya pada Sabtu 9 Mei 2026.
Kombes Pol Arya Perdana mengatakan, DR sempat melakukan perlawanan saat mau ditangkap sehingga petugas melumpuhkannya dengan timah panas di bagian kaki kiri.
"Karena ada tindakan melawan pas mau dibawa ke Makassar, maka dilakukan tindakan melumpuhkan kepada si pelaku ini," kata Arya Perdana kepada Tribun-Timur.com, Minggu (17/5/2026).
Arya membeberkan siasat licik DR memperdaya korbannya mahasiswi berinisial MR. Awalnya, lanjut Arya, pelaku DR membuka lowongan kerja sebagai baby sitter di laman Facebook.
Di saat yang sama, korban yang sedang kuliah di salah satu kampus swasta di Kota Makassar mencari pekerjaan sampingan.
Korban pun mendaftarkan diri sesuai petunjuk yang disertakan pelaku. "Korban membaca di Facebook lalu tertarik, disuruh lah datang ke rumah (yang disewa) pelaku ini," sebutnya.
Korban tiba di rumah yang dimaksud, berada di komplek perumahan komersil Jl Metro Tanjung Bunga, Kecamatan Tamalate, Makassar, Sabtu (9/5/2026).
Pelaku DR, kata Arya, mengatakan kepada korban bahwa pekerjaan baby sitter yang ditawarkan belum tersedia.
DR pun meminta korban untuk menjadi asisten rumah tangga (ART) lebih dahulu sembari menunggu panggilan sebagai baby sitter.
"Setelah dua hari bekerja sebagai pembantu rumah tangga, di hari ketiga tiba-tiba pelaku ini masuk ke kamar korban dan mengancam dengan cutter untuk tidak berbicara, tidak berteriak," ungkapnya.
| Pengakuan Mengejutkan Priyo, Lihat Ririn Bantai Haji Sahroni Sekeluarga |
|
|---|
| Bawa Parang, Sertu MB Lari ke Hutan Usai Lakukan Tindak Asusila ke Bocah SD |
|
|---|
| Sosok yang Dihubungi Mahasiswi NDR Sebelum Ditemukan Tewas Dalam Kamar Kos |
|
|---|
| Truk Muat Racun Terguling di Tol, Warga Heboh Dengar Suara Ledakan Keras di TKP |
|
|---|
| Santainya AKP Deky Saat Tiba di Bareskrim Polri, Oknum Polisi yang Bantu Bandar Sabu |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/ayah-rudapaksa-anak-kandung-di-klaten.jpg)