Berita Terkini Nasional

Pengakuan Mengejutkan Pelaku Pembunuhan Janda Wonogiri, Korban Desak 1 Hal

Pengakuan mengejutkan pelaku pembunuhan terhadap janda asal Wonogiri, Jawa Tengah, hingga jasadnya dikubur lalu dicor semen untuk hilangkan jejak.

Tayang:
Tribun Solo / Erlangga Bima
DIPERIKSA POLISI: Pelaku pembunuhan wanita, yang jasadnya dikubur lalu dicor semen, berinisial J (34), di Ngadirojo, Wonogiri saat diperiksa penyidik. J mengaku alasannya membunuh korban adalah karena tak bisa menyanggupi permintaan korban yang mengajaknya menikah. Keduanya memang sempat menjalin asmara. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Wonogiri - Pengakuan mengejutkan pelaku pembunuhan terhadap janda asal Wonogiri, Jawa Tengah, hingga jasadnya dikubur lalu dicor semen untuk hilangkan jejak.

Ternyata, sebelum dibunuh, korban sempat mendesak 1 hal ke pelaku yang tak lain merupakan kekasihnya.

Pelaku berinisial J (34) mengungkap alasan sebenarnya ia nekat membunuh sang pacar.

Diketahui, kasus pembunuhan itu terungkap setelah penemuan jasad wanita, yang bernama Dwi Hastuti (48), dicor di pekarangan rumah itu terjadi di Dusun Brubuh RT 04/RW 01, Desa Ngadirojo Lor, Kecamatan Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri, Jawa Tengah, Rabu (30/4/2025). Dwi hilang selama 2 bulan setelah ia dijemput seseorang yang mengendarai mobil berwarna merah.

Terbaru, polisi telah menangkap pelaku pembunuhan perempuan yang jasadnya dikubur lalu ditimpa cor di pekarangan rumah warga Ngadirojo, Kabupaten Wonogiri.

Pelaku adalah J (34) warga Dusun Brono, Desa Ngadirojo Lor. Ia mengakui telah membunuh Dwi Hastuti (48) warga Baturetno yang dilaporkan menghilang sejak Februari 2025 lalu.

J mengaku alasannya membunuh korban adalah karena tak bisa menyanggupi permintaan korban yang mengajaknya menikah. Keduanya memang sempat menjalin asmara.

"Motifnya dia itu ngejar saya ingin dinikahi, saya tidak mau karena saya sudah punya anak istri. Motif lain saya punya pinjaman Rp 15 juta," katanya, Jumat (2/5/2025).

J juga mengaku menghabisi nyawa korban dengan cara mencekik. Setelah korban meninggal, ia menguburkan jasad korban di pekarangan belakang rumah ayahnya di Dusun Brubuh, Desa Ngadirojo Lor.

Adapun pembunuhan itu terjadi pada 11 Februari lalu. Dalam aksinya membunuh hingga mengubur korban, ia lakukan seorang diri.

"Saya cekik dari belakang. Setelah (korban meninggal) dikubur di belakang rumah, saya kubur dengan tanah, saya cor biar tidak bau. Tidak ada yang membantu, saya sendiri," ujar J.

Terpisah, Kasatreskrim Polres Wonogiri Iptu Agung Sadewo mengatakan, korban terakhir terlihat oleh keluarganya pada 11 Febuari 2025. Pada hari yang sama, korban dibunuh oleh pelaku di rumah orang tua pelaku.

"Tersangka dengan korban datang ke rumah orang tuanya untuk membicarakan masalah (korban) yang meminta kawin. Disana terjadi cek-cok, pengakuan tersangka setelah cek-cok kemudian tersangka khilaf. Kemudian mencekik, dan membekap korban, lalu korban jatuh dengan kepala korban membentur pondasi dibelakang rumah tersebut," jelas Kasatreskrim.

Ia menyebut saat menghabisi nyawa korban, kondisi rumah dalam keadaan kosong. Saat itu, ayah pelaku sedang pergi, sementara ibu pelaku juga sedang tidak berada di rumah.

Agung menyebut saa ini pihaknya masih mendalami adakah motif pembunuhan berencana dalam kasus tersebut.

Sumber: Tribun Solo
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved