Petani Singkong Lampung Demo

Mahasiswa Dipukuli Polisi hingga Pingsan, DPRD Lampung Mengecam

Anggota DPRD Lampung I Made Suarjaya mengatakan, ada seorang mahasiswa yang terluka cukup parah karena tindakan represif aparat.

Tayang:
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Daniel Tri Hardanto
Dok I Made Suarjaya
JENGUK KORBAN - Anggota DPRD Lampung I Made Suarjaya saat menjenguk mahasiswa yang terluka di RSUD A Dadi Tjokrodipo, Senin (5/5/2025). 

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Kericuhan dalam demo petani singkong di kompleks kantor Pemprov Lampung, Senin (5/5/2025), tidak hanya menyebabkan 10 polisi terluka.

Anggota DPRD Lampung I Made Suarjaya mengatakan, ada seorang mahasiswa yang terluka cukup parah karena tindakan represif aparat.

Korban adalah Nengah Candra, Ketua Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia (KMHDI) Lampung. 

Ia dikabarkan mengalami luka dan harus dirawat intensif di RSUD A Dadi Tjokrodipo.

Made menyebutkan, Nengah saat itu sempat duduk di tangga sebelum didatangi sejumlah aparat. 

Ia kemudian dipukuli hingga pingsan dan mengalami sesak napas. 

Korban langsung dilarikan ke RSUD A Dadi Tjokrodipo untuk mendapat perawatan lanjutan.

Made pun menyayangkan tindakan represif aparat tersebut. 

“Saya selaku anggota Fraksi Gerindra DPRD Provinsi Lampung mengecam tindakan represif aparat kepada para pendemo hingga jatuh korban,” ujar Made saat menjenguk Nengah di RSUD A Dadi Tjokrodipo.

"Terlebih saya menerima laporan bahwa korban sempat dicekik, diinjak, dan dibanting oleh oknum aparat kepolisian saat melakukan aksi," tambahnya.

Dia meminta pihak kepolisian bisa mengevaluasi oknum anggotanya yang melakukan kekerasan. 

"Banyak cara untuk membubarkan masa, tidak mesti harus diperlakukan tidak manusiawi. Ini harus dievaluasi, apalagi jelas hak menyampaikan pendapat diatur oleh undang-undang," ucapnya.

Dia juga mengimbau masyarakat menyampaikan pendapat dengan cara-cara yang santun. 

"Ke depan bagi masyarakat jangan mudah terprovokasi. Apalagi saat unjuk rasa kita tidak dibekali perlengkapan keamanan, sangat rentan terluka apabila terjadi kerusuhan," pungkasnya. 

10 Polisi Terluka 

Sedikitnya 10 anggota kepolisian mengalami luka-luka saat mengamankan demonstrasi terkait harga singkong di kompleks kantor Pemprov Lampung, Senin (5/5/2025). 

Demo yang diikuti ratusan peserta dari kalangan petani singkong dan mahasiswa itu berlangsung ricuh.

Kabid Humas Polda Lampung Kombes Yuni Iswandari membenarkan 10 polisi mengalami luka dalam demo tersebut. 

"Sebanyak 10 anggota kami mengalami luka saat berusaha mengendalikan situasi. Mereka dilempari batu dan benda keras oleh peserta aksi," ungkap Yuni. 

Yuni menyebutkan, salah satu polisi yang mengalami luka parah adalah Bripka Yuli Setiawan, anggota Provos Polsek Telukbetung Selatan. 

Yuli mengalami luka robek di kepala akibat lemparan benda tumpul dan langsung dilarikan ke RS Bhayangkara untuk penanganan intensif. 

Sembilan korban lainnya berasal dari Direktorat Samapta (Ditsamapta) Polda Lampung, yang mengalami luka di berbagai bagian tubuh akibat lemparan batu, termasuk dagu, pipi, leher, dan tangan. 

"Sebagian besar korban ditangani langsung di lokasi oleh tim medis, menggunakan ambulans yang sudah disiagakan," tambah Yuni. 

Polda Lampung menyesalkan terjadinya kekerasan dalam aksi tersebut. 

Yuni menegaskan bahwa penyampaian pendapat di muka umum seharusnya dilakukan secara damai. 

"Kami sangat menghormati hak menyampaikan pendapat di muka umum. Namun jika dilakukan dengan cara yang anarkis dan melukai petugas, itu sudah melanggar hukum," tegasnya. 

Ia juga menyampaikan bahwa pihaknya telah mengidentifikasi beberapa pelaku pelemparan dan akan menindak tegas sesuai hukum yang berlaku. 

"Kami akan proses secara hukum siapa pun yang terbukti menyerang aparat dalam aksi ini. Negara tidak boleh kalah oleh kekerasan," pungkasnya. 

(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved