Berita Viral

Ormas Hercules Ditolak Ekspansi ke Bali, Pecalang: Kami Tidak Butuh

Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang dikomandoi Hercules dilarang ekspansi ke Bali.

Editor: Kiki Novilia
Tribun Solo / Ahmad Syarifudin
DITOLAK KE BALI - Ketum DPP Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya, Hercules Rosario de Marshal (tengah), saat tiba di kediaman Joko Widodo di Solo, Selasa (15/4/2025). GRIB Jaya yang dikomandoi Hercules dilarang ekspansi ke Bali. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bali - Organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Rakyat Indonesia Bersatu (GRIB) Jaya yang dikomandoi Hercules dilarang ekspansi ke Bali.

Video penolakan pecalang atas kehadiran ormas pimpinan Hercules ini dibagikan di Instagram Senator RI, Ni Luh Djelantik, pada Minggu (4/4/2025).

"Saya pecalang, kami bukan penjaga biasa," ucap pecalang yang tidak diketahui namanya.

"Kami adalah bagian dari sistem adat yang sudah diwariskan, turun temurun untuk menjaga Bali," katanya.

Penolakan ormas Hercules diungkap langsung oleh para pecalang atau petugas keamanan adat tradisional di Bali. 

Kabar ini bermula dari unggahan viral yang memperlihatkan acara pelantikan DPD GRIB Bali.

Video tersebut memperlihatkan sosok bernama Rahmat yang memperkenalkan diri sebagai Panglima Satgas GRIB DPD Bali.

Lalu, berganti menampilkan perwakilan pecalang Bali pun menjawab perkenalan tersebut dengan menolak kehadiran ormas dari mana pun.

Pecalang tersebut menjelaskan kekhawatiran akan rusaknya tatanan hidup di Bali apabila ormas hadir.

"Kami tidak butuh ormas dari luar, kami tidak butuh pihak asing yang datang membawa agenda," lanjut dia.

Sedangkan, masyarakat Bali sudah memiliki tatanan hidup dan sistem keamanan sendiri yang diwariskan secara turun temurun.

"Dan merusak tatanan hidup di Bali. Kami sudah punya sistem sendiri, dan sistem itu terbukti berjalan, kuat, dan dihormati rakyat," terangnya.

Ia juga mengatakan, ribuan pecalang di Bali sudah cukup bagi mereka untuk menjaga dan melindungi desa adat Pulau Dewata.

"Di seluruh Bali ada 1500 desa adat, dan di setiap desa adat, pecalang hadir," ungkap dia, seperti dikutip dari Tribun Jabar.

"Kami ada di akar rumput, tahu apa yang kami jaga, dan apa kami lindungi," lanjutnya.

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved