Berita Viral

Bupati Malang Ngamuk Dengar Atlet Binaraga Makan Ayam Tiren, 'Masa Sampai Begitu'

Bupati HM Sanusi ngamuk mendengar kabar para atlet binaraga Kabupaten Malang makan ayam tiren karena tidak memiliki anggaran.

Tayang:
Editor: Kiki Novilia
Tangkapan layar video Instagram via SuryaMalang
MAKAN AYAM TIREN - Atlet binaraga Kabupaten Malang menunjukkan ayam tiren (bangkai ayam). Bupati HM Sanusi ngamuk mendengar kabar para atlet binaraga Kabupaten Malang makan ayam tiren karena tidak memiliki anggaran. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Malang - Bupati HM Sanusi ngamuk mendengar kabar para atlet binaraga Kabupaten Malang makan ayam tiren karena tidak memiliki anggaran.

Ia lantas menghubungi Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga (Kadispora) Kabupaten Malang, M Hidayat. 

Sanusi memerintahkan agar dana pembinaan atlet pada semua cabor yang akan bertanding segera dicairkan.

Orang nomor satu di Kabupaten Malang itu merasa pihaknya sudah mencairkan anggaran tersebut. Tetapi, ia heran karena belum sampai ke atlet.

"Ya, menyedihkan lah, masak sampai begitu. Saya kaget, dan nggak menyangka. Tadi, saya perintahkan Dispora agar segera mencairkan," ungkap Sanusi.

Sebelumnya viral nasib para atlet binaraga di Kabupaten Malang, Jawa Timur terpaksa makan ayam tiren jelang Pesta Olahraga Provinsi (Porprov) Jawa Timur 2025. 

Pelatih binaraga asal Kabupaten Malang, Indra Khusnul membenarkan bahwa banyak atlet yang memakan ayam tiren.

"Iya, Mas, memang begitu. Gimana lagi, wong selama ini belum ada bantuan anggaran," tutur Indra Khusnul, Minggu (4/5/2025), dikutip dari SuryaMalang.

Menurut Indra, selama ini pihaknya hanya menerima janji dari pemerintah tanpa pencairan dana yang pasti.

"Kami cuman dijanji-janjikan saja oleh Dispora (Dinas Pemuda dan Olahraga)," ujar Indra.

Indra menjelaskan, ada 12 atlet binaraga Kabupaten Malang yang tengah mempersiapkan Porprov Jatim 2025 yang akan diselenggarakan Juni mendatang.

Menurut Indra, para atlet yang berpartisipasi itu bukan pendatang baru, namun sudah dua kali juara umum Porprov sebelumnya, di Situbondo dan Sidoarjo.

"Mereka itu para juara, bukan pendatang baru," ungkapnya.

Persiapan atlet binaraga ini pun sudah berlangsung sejak setahun terakhir.

Untuk menunjang stamina, lanjut Indra, memang menelan biaya yang tidak sedikit, yakni berkisar Rp 6,5 juta per bulan.

Rinciannya yakni makan Rp 100 ribu per hari per orang, suplemen Rp3 juta per orang per bulan, serta multivitamin Rp2 juta per orang per 10 minggu.

"Namun, selama ini sebisanya sendiri, karena belum ada bantuan. Padahal, atlet kami itu masih pelajar semua, mulai SMP, SMA dan kuliah," tuturnya.

Karena tak ada support anggaran dari Dispora Kabupaten Malang, lanjut dia, para atlet terpaksa mereka tiap hari makan ayam tiren, yang dibeli dari peternakan.

Indra mengatakan, para atlet memakan ayam tiren sebanyak tiga saks dan memasaknya sendiri. 

Caranya, ayam tiren yang dibeli itu tak langsung direbus, namun dipilih yang belum bau, lalu diambil daging dadanya.

Setelah direbus, lalu diblender untuk diminum. Kadang, kalau tak cukup, airnya diperbanyak agar cukup dikonsumsi sehari.

"Mereka beli sendiri, dengan mencari ke lokasi peternakan ayam, lalu dimasak sendiri," ungkap Indra.

"Itu karena mereka saking semangatnya, agar bisa juara, demi nama baik tanah kelahirannya (Kabupaten Malang)," ungkapnya.

Pencairan Dana

Terpisah, Plh. Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Malang, Nurman Ramdansyah melakukan audiensi bersama Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dari masing-masing cabor di Pendopo Agung Kabupaten Malang, Senin (5/5/2025).

Dalam audisensi tersebut di antaranya membahas keterlambatan pencairan dana pembinaan para atlet.

Ia menyampaikan adanya kekecewaan dari para atlet terkait dana pembinaan yang tak kunjung cair ke rekening penerima.

Keterlambatan ini diakui Nurman, karena dalam proses pencairan anggaran tidak bisa langsung cair.

"Proses pencairan anggaran pemerintah nggak bisa sakdek saknyet (langsung cair.red), harus ada prosesnya. Sehingga sedikit lambat," jelasnya.

"Alhamdulillah hari ini sudah cair semua. Sehingga nanti binaraga dan atlet lain kita sudah bisa tercukupi," tandasnya.

Namun pencairan anggaran tidak bisa 100 persen hari ini, karena masih ada beberapa rekening yang memerlukan aktivasi.

Terkait kendala ini, pengurus cabang harus melakukan aktivasi  terlebih dahulu untuk menerima  binaan atlet.

Secara terpisah, Kepala Dispora Kabupaten Malang, M Hidayat menambahkan total anggaran yang dialokasikan untuk gelaran Porprov 2025 sebesar Rp 19 miliar.

Anggaran tersebut meliputi perbaikan venue, hingga pelaksanaan kebutuhan lainnya.

"Ini sudah cair, range totalnya untuk pemusatan latihan kabupaten (Puslatkab) sebesar Rp 3 miliar dengan jumlah altet, pelatih, dan official sebanyak 900 orang," imbuhnya.

Ia menjelakan, pencarian anggaran ke masing-masing penerima dilakukan oleh Bank Jatim.

Proses pencairan akan terhambat jika rekening penerima tidak aktif.

"Ternyata ada rekening yang tidak aktif, sekarang ke binaraga sudah cair," tukasnya.

Artikel ini telah tayang di TribunJabar.id

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUN JABAR )

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved