Berita Lampung
8 Anggota Gangster BOM21 Ditangkap Polres Pringsewu
Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan delapan tersangka yang diduga tergabung dalam sebuah kelompok gangster.
Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Daniel Tri Hardanto
Tribunlampung.co.id, Pringsewu - Satreskrim Polres Pringsewu mengamankan delapan tersangka yang diduga tergabung dalam sebuah kelompok gangster.
Kelompok tersebut diduga kerap terlibat aksi tawuran dengan senjata tajam di wilayah Pringsewu dan sekitarnya.
Mirisnya, dari delapan orang tersebut, empat di antaranya masih di bawah umur.
Mereka adalah FK (14), LS (16), DM (17), dan AS (14).
Sedangkan empat lainnya berinisial RA (18), IM (18), JI (18), dan WM (19).
“Dari delapan orang yang diamankan, tiga di antaranya baru saja lulus SMP, dua masih berstatus pelajar SMK, dan sisanya sudah tidak bersekolah,” ujar Kasat Reskrim Polres Pringsewu AKP Johannes, Jumat (9/5/2025).
Menurut Johannes, penangkapan para pelaku dilakukan di sejumlah lokasi berbeda sejak Kamis (8/5/2025) sekitar pukul 13.00 WIB.
Dalam operasi tersebut, polisi turut menyita sejumlah barang bukti, di antaranya dua bilah celurit modifikasi dengan panjang sekitar satu meter, enam unit handphone, dan satu unit sepeda motor.
Dia menyebut, delapan pemuda yang diamankan ini tergabung dalam kelompok gangster yang dinamakan BOM21.
Mereka diketahui kerap melakukan aksi tawuran di berbagai wilayah, termasuk di Pringsewu dan Pesawaran.
Aksi tawuran yang kerap berlangsung di jalan protokol ini meresahkan dan membahayakan keselamatan pengguna jalan.
“Penangkapan dilakukan setelah video tawuran mereka viral di media sosial, dengan barang bukti berupa senjata tajam, handphone, dan sepeda motor,” bebernya.
Menurut dia, premanisme adalah ancaman nyata yang bisa memengaruhi stabilitas ekonomi.
“Oleh karena itu, kami berkomitmen untuk mematikan bibit-bibit premanisme sejak dini, agar roda perekonomian di Lampung tidak terganggu dan dapat berkembang dengan baik,” ungkap Johannes.
Dia berharap masyarakat, terutama para remaja, tidak terjerumus ke dalam perilaku kriminal yang dapat merusak masa depan mereka.
Selain itu, orang tua juga diimbau untuk lebih aktif mengawasi anak-anak mereka demi menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif bagi kemajuan ekonomi daerah.
“Penting bagi kita semua untuk menjaga keamanan dan ketertiban, agar potensi ekonomi Lampung bisa terus berkembang tanpa adanya gangguan dari tindakan kriminal seperti premanisme,” tutup Johannes.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indrajaya)
Warga Telukbetung Timur Waspada Bencana Susulan, Minta Pemerintah Perbaiki Tanggul |
![]() |
---|
Seluruh Korban Ditemukan, Operasi SAR KM Tegar Jaya Tenggelam di Pesawaran Ditutup |
![]() |
---|
Sempat Hilang 2 Malam, 'Kopral' Korban KM Tegar Jaya Ditemukan Meninggal Dunia |
![]() |
---|
Gebyar Undian Chandra MBK, Warga Telukbetung Bawa Pulang Xpander |
![]() |
---|
Musda Golkar Lampung Digelar Secara Sederhana Seusai Arahan DPP |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.