Berita Terkini Nasional
Polisi Tangkap 2 Orang dalam Kasus Pengeroyokan Debt Collector di Kendal
Polisi mengusut kasus pengeroyokan terhadap ZA (36), penagih utang atau debt collector asal Gemuh, Kabupaten Kendal.
Tribunlampung.co.id, Semarang - Polisi mengusut kasus pengeroyokan terhadap ZA (36), penagih utang atau debt collector asal Gemuh, Kabupaten Kendal.
Saat ini, polisi telah mengamankan inisial IP (22) dan S (33), warga Wonosari, Kecamatan Ngaliyan, Kota Semarang, yang diduga menjadi pelaku utama.
Keduanya diduga melakukan pemukulan terhadap korban dan pembiaran.
Peristiwa tersebut diduga terjadi saat korban tengah menjalankan tugasnya untuk menarik sepeda motor dari seorang perempuan di kawasan setempat.
Namun situasi memanas dan berujung pada aksi kekerasan yang dialami ZA.
Kepolisian kini tengah mendalami motif serta kronologi lengkap dari insiden tersebut.
Pemeriksaan intensif terhadap kedua tersangka sedang dilakukan oleh pihak berwajib, termasuk menggali keterangan dari perempuan yang menjadi pemilik motor dan sempat berseteru dengan korban sebelum pengeroyokan terjadi.
"Keduanya telah ditahan di Polsek.
(Kemungkinan tersangka?) Kami masih melakukan pemeriksaan," kata Kepala Kepolisian Sektor (Kapolsek) Ngaliyan, Kompol Indra Romantika saat dihubungi Tribun, Kamis (22/5/2025).
"Kami masih mencari pemilik motor karena alamat yang kami kantongi ternyata rumahnya fiktif, enggak ada alamat itu," sambung Indra.
Pemeriksaan terhadap saksi perempuan itu, kata Indra, sangat krusial untuk mengetahui duduk perkara kasus pengeroyokan tersebut.
Menurutnya, kasus ini bermula ketika perempuan yang belum diketahui identitasnya melintas di Jalan di Jalan Urip Sumoharjo, Wonosari, Ngaliyan, Kota Semarang, Selasa (20/5/2025) sekira pukul 16.00 WIB.
Informasi awal, motor perempuan itu hendak ditarik korban.
Namun, penarikan tersebut berujung memancing warga lalu berujung pengeroyokan.
"Ya kami fokus ke kasus pengeroyokan itu dulu.
Karena tindakan yang dilakukan terhadap DC merupakan tindakan berlebihan," katanya.
Indra melanjutkan, peran kedua pria yang sekarang sudah ditangkap meliputi melakukan pemukulan terhadap korban dan pembiaran.
Dua tindakan tersebut sudah masuk dalam tindak pidana yakni pasal 170 KUHP dan pasal 56 KUHP.
S berbaju hitam dan bertopi melakukan pembiaran ketika korban dikeroyok.
Kemudian IP mengenakan helm merah melakukan tindakan pemukulan dan tendangan terhadap korban.
Satu pria lain mengenakan helm putih yang melakukan pemukulan ke korban helm masih diburu.
"Iya, orang yang pakai helm putih masih kami cari," bebernya.
Adapun soal korban yang seorang DC, Indra mengungkapkan masih melakukan pendalaman.
Dia memastikan bakal memeriksa DC tersebut dan perusahaannya.
"Kalau perusahaan DC itu resmi, tapi belum kami periksa soal prosedur penarikan motor karena korban juga masih dirawat di rumah sakit Tugu, nanti kami tunggu kabar dari dokter," terangnya.
Korban mengalami luka memar di sekujur tubuhnya antara lain di mata, kepala, punggung, dan tangan.
"Tidak ada patah tulang, hanya luka lebam," beber Indra.
Sebagaimana diberitakan, Dari rekaman video yang diterima Tribun, DC tersebut berperawakan gempal dan berambut gondrong.
Dia mengenakan jumper warna hitam bercelana jeans dan bersepatu.
Dalam rekaman video, kedua tangan DC tampak diborgol.
Dia berada di selokan pinggir jalan raya.
Dia lalu dihajar secara berulang kali dan bergantian oleh warga.
Tak hanya dipukul, warga juga ada yang melempar batu ke arah tubuh DC.
Pria itu sampai lemas hingga tergeletak tak berdaya.
"Pria DC tersebut dipukul lebih dari 10 orang.
Orang yang memukul adalah warga yang kebetulan melintas di jalur tersebut," ujar saksi mata Candra saat dihubungi Tribun, Rabu (21/5/2025).
Menurut Candra, kasus pengeroyokan DC tersebut bermula saat ada tiga DC hendak menarik motor seorang perempuan yang pulang kerja.
Ketiga DC menarik motor di tengah jalan sehingga korban berteriak histeris meminta tolong.
"Perempuan itu teriak minta tolong, bukan teriak maling, warga lalu mengerubuti tiga DC tersebut," katanya.
Namun, lanjut Candra, dua DC lainnya berhasil kabur.
Satu DC berhasil ditahan oleh warga. Candra tidak mengetahui siapa yang memulai melakukan pemukulan.
Sebab, dia sampai di lokasi aksi pemukulan sudah terjadi.
"Tidak hanya memukul, ada pula warga yang melempar batu," katanya.
Artikel ini telah tayang di TribunJateng.com
Modus Sebenarnya Bripda Alvian Bunuh Putri Apriyani masih Didalami |
![]() |
---|
Puspita Aulia Istri Kacab Bank BUMN Masih Trauma Suami Tewas Dibunuh |
![]() |
---|
Warga Geger Ada Jasad Bayi Terbungkus Kain Putih Diseret Anjing |
![]() |
---|
Kematian Brigadir Esco Dinilai Ayahnya Janggal, 'Ada Organ Tubuh yang Hilang' |
![]() |
---|
Mahasiswi Tewas Pacarnya Pingsan Diserang OTK saat Asyik Menikmati Suasana Pantai |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.