Berita Lampung

Gubernur Mirza Hadiri Undangan Tiongkok, Bawa Proyek Satelit Lampung-1

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri undangan Pemprov Shandong, Tiongkok, dengan membawa proyek andalan yakni Satelit Lampung-1.

|
Dokumentasi
UNDANGAN TIONGKOK: Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Shandong, Tiongkok, dengan membawa proyek andalan yakni peluncuran Satelit Lampung-1. Proyek tersebut diklaim tak menggunakan APBD Lampung sepeserpun. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menghadiri undangan Pemerintah Provinsi Shandong, Tiongkok, dengan membawa proyek andalan yakni peluncuran Satelit Lampung-1.

Proyek tersebut diklaim tak menggunakan APBD Lampung sepeserpun.

Tak sendiri, Gubernur Mirza hadir bersama sejumlah delegasi dari unsur pemerintah dan pelaku usaha dari 24 negara.

Dalam kunjungan itu, delegasi Lampung mendapatkan perhatian khusus dan diposisikan sebagai prioritas utama oleh tuan rumah. 

Setiap sesi pertemuan, Gubernur Mirza selalu duduk di posisi strategis, tepat di samping tuan rumah.  

Posisi ini menjadikan delegasi Lampung pusat perhatian para peserta dari 24 negara lain yang ikut serta dalam rangkaian agenda kerja sama bisnis internasional (business matching). 

Kunjungan ini membuahkan banyak hasil.

Lampung tidak hanya memperkuat hubungan dengan Tiongkok, tetapi juga menjalin komunikasi dan penjajakan kerja sama dengan 24 negara lain dalam berbagai sektor, baik antar pemerintah (G to G) maupun antar pelaku usaha (B to B). 

Salah satu pencapaian menonjol dalam lawatan ini adalah kerja sama teknologi satelit.  

Berkat kemampuan diplomasi yang cermat, Gubernur Lampung berhasil membawa proyek peluncuran Satelit Lampung-1 tanpa menggunakan dana dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). 

Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Lampung, Ary Meizary Alfian, mengatakan bahwa kunjungan ke Negeri Tirai Bambu ini dilakukan atas undangan resmi dari Pemerintah Provinsi Shandong.  

"Kalau tidak salah, seluruh pembiayaan perjalanan ditanggung oleh pihak pengundang. Jadi, tidak menggunakan uang pemerintah," kata Ary saat dihubungi melalui pesan WhatsApp, Jumat (30/5). 

Ary menjelaskan bahwa delegasi Lampung mengunjungi sejumlah kota utama di Shandong.  

"Kami pertama berada di Jinan selama tiga hari, lalu ke Haiyang, dan bermalam di Yantai. Keesokan harinya kami melanjutkan perjalanan ke Qingdao dan berada di sana selama dua hari," jelas mantan Ketua Kadin Lampung ini. 

Ia juga mengapresiasi Gubernur Lampung yang dinilai sangat produktif dan aktif dalam setiap pertemuan, baik formal maupun informal.  

Sumber: Tribun Lampung
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved