Berita Terkini Nasional

Pengakuan WNI di Iran saat Terjadi Perang, Akses Komunikasi Sulit

Satu di antaranya adalah Ali Mudarto (20) yang berada di Iran karena menempuh pendidikan kuliah.

Kolase MehrNews /Tribunnews.com/Reynas Abdila
KESAKSIAN WNI - Serangan Israel di Teheran (kiri), Iran, pada 13 Juni 2025.Ali Murtado (20), warga negara Indonesia (WNI) yang tinggal di Iran berhasil dievakuasi bersama 10 WNI lainnya di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang pada Selasa (24/6/2025). Dia menceritakan kondisi Iran selama perang. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Sejumlah Warga Negara Indonesia (WNI) berhasil dievakuasi dari Iran imbas perang dengan Israel.

Satu di antaranya adalah Ali Mudarto (20) yang berada di Iran karena menempuh pendidikan kuliah.

Kini Ali yang sudah berada di Indonesia. Dia tiba di Bandara Soekarno-Hatta bersama 10 WNI lainnya pada Selasa (24/6/2025) malam.

Ali menceritakan kondisi Iran yang begitu mencekam terutama di Kota Teheran. 

"Kondisi di sana cukup mencekam karena ada serangan dari Israel di beberapa saat, dan berhenti beberapa saat, dan kadang-kadang lanjut," kata Ali.

Meski tidak tinggal di Teheran, melainkan di Kota Qom, Mahasiswa Al Mustofa International University Iran ini menyebut suasana dan kondisinya memang mengerikan.

"Kalau saya tinggal di Qom, nggak ada serangan ya, tapi kalau saya lihat di Tehran, karena masyarakat Tehran itu sebagian besar keluar dari Tehran, mungkin mereka takut karena setiap malam ada serangan di sana. Tapi saya mendengar berita, kebanyakan serangan berhasil ditangkis oleh Iron Dome Iran," ucapnya.

Bahkan Ali bercerita, akses komunikasi pun sulit. Dia sempat kebingungan menghubungi keluarganya yang tengah menunggu kabarnya tersebut.

"Sulit, enggak bisa. Saya bisa informasi dengan keluarga itu mendapat informasi setelah berada di Azerbaijan," ungkapnya.

Hal yang sama juga diungkap Sultan Fatoni, warga Samarinda, Kalimantan Timur (Kaltim) yang tinggal di kota Mashad, Iran bersama istri dan anaknya selama tiga tahun.

Dia mengaku kesulitan mendapatkan informasi ketika konflik antara Iran dan Israel memanas. Pemerintah Iran disebutnya menasionalisasi internet sehingga warga hanya bisa mengakses aplikasi dan situs buatan dalam negeri.

"Beberapa akses dipersulit. Internet itu dinasionalisasi, jadi situs luar tidak bisa dibuka. Hanya yang buatan dalam negeri saja yang bisa dibuka," ucapnya.

Sebagai informasi, Sebanyak 11 warga negara Indonesia (WNI) tiba di Indonesia setelah dievakuasi dari Iran yang saat ini tengah terlibat konflik dengan Israel bahkan Amerika Serikat. 

Direktur Jenderal Protokol dan Konsuler Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI Andy Rachmianto menyebut 11 orang itu tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Tangerang sekira pukul 17.35 WIB. 

Adapun sejauh ini, terdapat 97 WNI yang sudah berhasil dikeluarkan dari Iran dan berada di Baku, Azerbaijan untuk dievakuasi. 

Sumber: Tribunnews
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved