Berita Terkini Nasional

Ibu dan Anak Korban Rudapaksa Dibawa ke Rumah Aman oleh BP Taskin

Kondisi ibu dan anak yang jadi korban rudapaksa penebang kayudi  Pemalang, Jawa Tengah.

Editor: taryono
istimewa
KORBAN KEKERASAN SEKSUAL - Tim dari Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan Republik Indonesia (BP Taskin) menemui keluarga korban kekerasan seksual, ibu dan anak di Pemalang, Jawa Tengah, Rabu, (2/7/2025). 

Tribunlampung.co.id, Jateng - Kondisi ibu dan anak yang jadi korban rudapaksa penebang kayudi  Pemalang, Jawa Tengah.

Kasus ini ditangani oleh Badan Percepatan Pengentasan Kemiskinan (BP Taskin).

Mereka mengirim tim untuk mengevakuasi korban ke rumah aman pada Rabu, 2 Juli 2025.

Wakil Kepala I BP Taskin, Nanik S. Deyang, mengatakan tim dari Deputi Bidang Percepatan Pemberdayaan Kapasitas dan Penyediaan Akses telah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan kepolisian untuk memastikan korban mendapatkan perlindungan yang layak.

"Langsung koordinasikan pemangku kepentingan lokal agar korban segera dievakuasi dan dibawa ke tempat aman," ujar Nanik, Jumat, (4/7/2025).

Kini, korban telah ditempatkan di save house milik Dinas Sosial Kabupaten Pemalang. Proses hukum juga terus berlanjut. Pemeriksaan lanjutan oleh kepolisian sudah dilakukan, termasuk hasil visum yang sebelumnya telah diambil sebagai bukti awal.

"Pemeriksaan tambahan oleh pihak kepolisian juga telah dilakukan, termasuk tindak lanjut dari pemeriksaan visum yang telah dilakukan sebelumnya," katanya.

Nanik menegaskan, tindakan cepat ini merupakan bagian dari komitmen BP Taskin dalam melindungi kelompok rentan, terutama masyarakat miskin yang kerap luput dari jangkauan bantuan negara.

Kronologi Singkat: Kekerasan Berulang Sejak Awal Tahun

Kasus ini bermula dari laporan warga tentang seorang ibu dan anak yang diduga mengalami kekerasan seksual berulang oleh seorang penebang kayu.

Aksi bejat itu disebut berlangsung sejak awal 2025. 

Setelah laporan diterima, pelaku langsung ditangkap.

Saat ini proses penyidikan masih berjalan di kepolisian setempat.

Dampak dan Harapan Lanjutan

BP Taskin berharap kasus ini menjadi peringatan serius bahwa keadilan harus menjangkau hingga akar desa.

Koordinasi antarinstansi pusat dan daerah dinilai krusial agar korban kekerasan seksual, khususnya dari kalangan tidak mampu, tidak merasa sendirian.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com 

Sumber: Tribunnews
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved