Liputan Khusus

Dulu Kubangan Kini Beton, Progres Perbaikan Jalan Provinsi di Lampung

Pemprov Lampung memperbaiki jalan rusak . Ruas Bangun Rejo-Kalirejo menjadi 1 dari 52 ruas jalan yang diperbaiki pada tahun ini.

Tayang:
Tribunlampung.co.id/Deni Saputra
KINI BETON - Pengerjaan jalan beton ruas Bangunrejo-Kalirejo, Lampung Tengah pada 18 Juni 2025 lalu. Ruas tersebut merupakan satu dari 52 ruang jalan yang dibangun Pemprov Lampung pada tahun ini. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung Misdianto (45) harus “bergelut” dengan kubangan saat musim hujan dan debu saat musim panas, setiap hari saat melewati ruas jalan Bangun Rejo-Kalirejo, Lampung Tengah.

Kini, ia merasa lega karena akan meninggalkan rutinitas berpuluh tahun tersebut. Pemerintah Provinsi (Pemprov) Lampung memperbaiki jalan rusak itu. Ruas Bangun Rejo-Kalirejo menjadi 1 dari 52 ruas jalan yang diperbaiki pada tahun ini.

Warga Desa Sidorejo, Kecamatan Bangun Rejo itu menuturkan, ia terakhir kali melihat ruas jalan di kawasan rumahnya tersebut dalam kondisi baik ketika ia masih SMP kelas VIII. “Itu sekitar 25 tahun yang lalu,” kata Misdianto pekan lalu.

Akibat jalan rusak, Misdianto mengatakan, ia menjadi saksi berbagai insiden yang terjadi. Paling sering, pengendara motor terjatuh akibat lubang di jalan. “Bahkan pernah, truk pengangkut sawit terguling karena lubang dalam di jalan,” ucap Misdianto.

Lubang-lubang di jalan mengakibatkan kubangan saat musim hujan. Sehingga, pengendara kesulitan mengetahui kedalaman lubang karena tertutup air. Sementara pada musim kemarau, jalan yang sudah berlapis tanah mengakibatkan debu beterbangan.

Harapan Misdianto dan banyak warga sekitar lainnya, untuk bisa menggunakan jalan dalam kondisi baik, kini mulai terkabul. Sebab, perbaikan jalan sedang berlangsung.

Penanggung jawab lapangan kontraktor proyek perbaikan jalan Bangun Rejo-Kalirejo, PT Mulia Putra Pertama, Erwin mengungkapkan, pengerjaan perbaikan jalan sudah sekitar 85 persen. 

"Total panjang yang kami kerjakan sekitar 4.600 meter, dengan rincian 1.400 meter untuk rigid dan 3.200 meter untuk base b," Ujar Erwin.

Lapis pondasi agregat kelas B sendiri merupakan lapisan material granular yang terletak di antara lapis pondasi bawah (subbase) dan lapis permukaan (aspal atau beton). Fungsinya adalah untuk menyebarkan beban roda kendaraan ke lapisan di bawahnya. 

Perbaikan, lanjut Erwin, menggunakan lapisan yang berbeda tergantung penggunaan jalan. Dari total panjang jalan yang diperbaiki, sekitar 1,3 km dilapisi rigid atau beton. Sementara, sisanya bakak berlapis aspal.

"Kami komitmen menjaga kualitas. Kami pakai FS 45. Ini standar bagus untuk daya tahan jalan provinsi," ungkap Erwin.

Adapun FS45 sendiri merupakan kategori beton dengan mutu tinggi yang memiliki kuat lentur 45 kg/cm⊃2;, atau setara dengan beton K400. 

FS45 sering digunakan untuk konstruksi jalan, khususnya rigid pavement) yang membutuhkan daya tahan terhadap beban lalu lintas berat, seperti truk.

(Tribunlampung.co.id/Hurri Agusto)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved