Berita Terkini Nasional

Pengakuan Mengejutkan Elma Agustina Ungkap Kejanggalan Kematian Brigadir Nurhadi

Pengakuan mengejutkan disampaikan Elma Agustina (28), istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi ungkap kejanggalan sebelum terima kabar suaminya tewas.

Kolase TribunJambi.com/IST
UNGKAP KEJANGGALAN: Foto kolase, (kiri) almarhum Brigradir Nurhadi, dan (kanan) istri almarhum Brigadir Nurhadi, Elma Agustina (28). Pengakuan mengejutkan disampaikan Elma Agustina (28), istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, ungkap kejanggalan sebelum terima kabar suaminya tewas. Elma mengungkapkan kejanggalan saat beberapa jam Brigadir Nurhadi tiba di Gili Trawangan, Lombok. Ketika itu, anak sulung mereka, yang berusia 5 tahun, mencoba menghubungi Brigadir Nurhadi. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Lombok - Pengakuan mengejutkan disampaikan Elma Agustina (28), istri almarhum Brigadir Muhammad Nurhadi, ungkap kejanggalan sebelum terima kabar suaminya tewas.

Elma mengungkapkan kejanggalan saat beberapa jam Brigadir Nurhadi tiba di Gili Trawangan, Lombok. Ketika itu, anak sulung mereka, yang berusia 5 tahun, mencoba menghubungi Brigadir Nurhadi.

Baca juga: Pegawai Bank Digerebek Suami Sah Selingkuh dengan Oknum Polisi di Vila

Namun, panggilan telepon dari sang anak tak diangkat Brigadir Nurhadi. Panggilan itu dilayangkan sebanyak 3 kali. Namun tetap saja Brigadir Nurhadi dan mengangkat panggilan telepon tersebut meski ponselnya aktif.

Diketahui, polisi menetapkan 3 tersangka atas kasus kematian Brigadir Nurhadi. Selain Misri, dua tersangka lainnya yakni atasan langsung Brigadir Nurhadi, Kompol I Made Yogi Purusa, Ipda Haris Chandra.

Anggota Paminal Propam Polda Nusa Tenggara Barat (NTB) itu, ditemukan tewas dalam kolam di Villa Tekek, Gili Trawangan, Kabupaten Lombok Utara, pada Rabu (16/4/2025).

Nurhadi, yang dikenal sebagai sosok sederhana, baik hati, dan rajin beribadah, meninggalkan Elma dan dua putra kecil mereka (5 tahun dan 4 bulan) di tengah kesedihan mendalam. 

Lebih memilukan lagi, Elma kini harus menghadapi fitnah keji yang menyebut dirinya menerima uang Rp 400 juta dari tersangka Kompol Yogi agar tak memperkarakan kematian sang suami.

"Itu semua fitnah. Saya tidak akan menukar nyawa suami saya dengan uang. Tidak pernah ada uang Rp 400 juta itu, demi Allah."

"Seperti apa yang Rp 400 juta saja tidak pernah saya lihat," tegas Elma dengan berlinang air mata di kediamannya di Desa Sembung Narmada, Lombok Barat, Jumat (11/7/2025).

Elma juga mengenang momen video call terakhir dengan suaminya pada Rabu, 16 April 2025, pukul 16.00 Wita. Saat itu, Nurhadi baru tiba di Gili Trawangan dan tampak sehat walafiat.

"Begitu dia sampai di Gili Trawangan, di dalam kamar dia video call. Dia tanyakan anak-anak, tidak ada masalah apa-apa, sama sekali tidak ada," ungkap Elma. 

Namun, kejanggalan mulai muncul sekitar pukul 17.00 Wita. Putra sulung mereka yang berusia 5 tahun mencoba menghubungi Nurhadi kembali, tetapi panggilannya tak diangkat.

"Anak saya menelepon sekitar tiga kali, aktif tapi tidak diangkat-angkat. Akhirnya datang kabar buruk itu pada Kamis, 17 Mei 2025, pukul 02.00 Wita," tambah Elma, menandai awal dari misteri kematian sang suami.

( TRIBUNLAMPUNG.CO.ID / TRIBUNJAMBI.COM )

Baca juga: Pelaku Utama di Balik Kematian Brigadir Nurhadi sudah Dikantongi Penyidik

Sumber: Tribun Jambi
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved