Berita Terkini Nasional

Kecurangan SPMB Disoroti Komisi X DPR RI, Modifikasi Nilai Rapor hingga Akali Domisili

Padahal SPMB sudah dirancang luar biasa matangnya, namun masih ada saja oknum yang memaksakan putra-putri mereka masuk ke sekolah tertentu.

KOMPAS.com/Tria Sutrisna
KECURANGAN SPMB - Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani saat ditemui di sela-sela kunjungannya ke Lombok, Nusa Tenggara Barat, Sabtu (12/7/2025). Lalu Hadrian mengatakan pihaknya akan mengevaluasi SPMB yang terindikasi terjadi kecurangan.(KOMPAS.com/Tria Sutrisna) 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, NTB - Ternyata praktik kecurangan Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) masih saja terjadi di Tanah Air.

Padahal SPMB sudah dirancang luar biasa matangnya, namun masih ada saja oknum yang memaksakan putra-putri mereka masuk ke sekolah tertentu.

Komisi X DPR RI mengindikasi modus kecurangan SPMB tersebut mulai dari modifikasi nilai rapor hingga mengakali domisili.

Oleh karena itulah, Komisi X DPR RI bakal mengevaluasi pelaksanaan SPMB seiring dengan temuan berbagai bentuk kecurangan.

Wakil Ketua Komisi X DPR Lalu Hadrian Irfani mengatakan, praktik kecurangan dalam pelaksanaan SPMB terjadi di berbagai daerah.

“Bahwa ternyata SPMB yang sudah kita rancang dengan luar biasa matangnya ini, masih saja disalahgunakan oleh oknum-oknum yang ingin memaksakan putra-putri mereka untuk masuk ke sekolah tertentu,” kata Lalu Hadrian saat ditemui di Lombok, Sabtu (12/7/2025).

Salah satu celah kecurangan, kata Lalu Hadrian, terjadi pada jalur prestasi dengan cara pengkondisian nilai peserta didik oleh pihak-pihak tertentu.

“Ternyata terjadi pengkondisian nilai rapor, modifikasi nilai rapor. Nah ini menjadi catatan kita bersama ke depan,” ujar Lalu Hadrian.

Politikus Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) itu menilai, praktik pengkondisian nilai tersebut adalah contoh buruk dalam dunia pendidikan dan harus ditindaklanjuti secara serius.

“Ini contoh yang tidak baik memaksakan siswa-siswi kita. Bahkan setelah dicek, ada yang nilai rapornya rata-rata 100 di semua mata pelajaran, ternyata tidak mampu bersaing dengan teman-teman di kelasnya yang nilainya jauh di bawah dia,” ungkap Lalu Hadrian.

Selain itu, Lalu Hadrian juga mengungkapkan adanya temuan kecurangan pada jalur domisili yang kini memanfaatkan teknologi GPS.

Menurut dia, sistem tersebut ternyata bisa dimanipulasi untuk memenuhi syarat zonasi.

“Kemudian selain itu jalur domisili, menggunakan Google Map, menggunakan GPS. Ternyata itu juga bisa diakali. Oleh sebab itu, ke depan pada saat rapat dengan Mendikdasmen, tentu rapat evaluasi mengenai SPMB ini akan kami sampaikan,” kata Lalu Hadrian.

Oleh karena itu, evaluasi mendalam perlu dilakukan untuk menentukan apakah sistem SPMB yang ada saat ini akan dipertahankan, diperbaiki, atau diganti dengan formula baru.

“Nah ini harus ada antisipasi dari kita semua, baik Mendikdasmen beserta jajaran, dan kami di Komisi X untuk merencanakan lebih bagus lagi, lebih matang lagi terkait apakah SPMB ini tahun depan kita lanjutkan, atau ada formula baru untuk mencegah kecurangan-kecurangan itu terjadi,” jelas Lalu Hadrian.

Halaman
12
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved