Berita Terkini Nasional
Viral Arya Daru Korban Pembunuhan, Ada 3 Terduga Pelaku, Polisi Bereaksi
Polisi langsung bereaksi setelah viral kabar jika kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Dari Pangayunan, akibat pembunuhan.
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Jakarta - Polisi langsung bereaksi setelah viral kabar jika kematian diplomat muda Kementerian Luar Negeri (Kemenlu), Arya Dari Pangayunan, akibat pembunuhan.
Bahkan kabar yang beredar, ada 3 sosok pelaku pembunuhan terhadap Arya Daru. Kabar yang beredar tersebut akibat dari lambatnya pengungkapan kasus sehingga membuat berkembang liar isu soal penyebab tewasnya pria asal Yogyakarta tersebut.
Polisi hingga kini belum berhasil membongkar penyebab tewasnya diplomat muda Kemenlu, Arya Dari Pangayunan. Dikutip dari TribunJateng.com, satu di antaranya isu yang beredar yakni bahwa alumnus HI UGM adalah korban pembunuhan.
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Ade Ary Syam Indradi membantah informasi yang beredar tersebut, lantaran hal ini tidak resmi dan bukan berasal dari Kepolisian.
“Yang menyampaikan itu siapa? Silakan ditanyakan kepada pihak yang menyampaikan," kata Ade Ary mengutip dari Tribunnews, Senin (28/7/2025).
Yang jelas, kata Ade, semua fakta-fakta yang ditemukan akan dikumpulkan sehingga nanti saat pemeriksaan ini sudah selesai semua, barulah semuanya bisa disimpulkan.
"Ada beberapa ahli yang dilibatkan, beberapa hasilnya sudah ada di tangan penyelidik," kata Ade Ary, kepada wartawan, di Mapolda Metro Jaya, Jakarta Selatan, Kamis (24/7/2025).
Terkait klaim yang beredar di media sosial tersebut, Ade Ary tidak secara langsung menyebutnya sebagai hoaks.
Namun, ia menyatakan informasi tersebut tetap akan menjadi bagian dari bahan analisis penyelidikan.
“Saya tidak bisa menyebut (hoaks) ya, atau tidak bisa mengomentari, yang jelas itu akan menjadi bagian yang didalami oleh penyelidik."
"Kami imbau masyarakat agar bijak dalam bermedia sosial dan berhati-hati dalam menyikapi informasi,” ujarnya.
Ade Ary menegaskan, proses penyelidikan masih terus berlangsung dan melibatkan berbagai ahli dari beragam disiplin ilmu.
“Beberapa hasil pemeriksaan dari para ahli memang sudah kami terima, namun masih ada yang belum. Setelah semuanya lengkap, akan kami sampaikan secara utuh.
Setiap ahli akan diminta menjelaskan hasil pemeriksaannya sesuai kompetensinya,” jelasnya.
Ia menekankan, penyelidikan dilakukan dengan pendekatan berbasis ilmiah atau scientific crime investigation.
| Detik-detik Suami Gerebek Istri dengan Pria Lain Dalam Kamar, Temukan Tisu Berbau |
|
|---|
| Siswi SMP Curiga Diikuti Sepulang Sekolah, Nyaris Dirudapaksa di Lorong Mbah Dukun |
|
|---|
| Surat Haru di Tas Bayi, “Mamah Arum dan Papah Bram, Tolong Rawat Adek” |
|
|---|
| Polisi Cari Orang Tua Pembuang Bayi Dalam Tas, Mapping Ibu Melahirkan di Bulan April |
|
|---|
| Keluarga Ikhlas, Rahmat Julianto Dimakamkan di Kamboja Seusai Meninggal di RS |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kecurigaan-Teman-Kerja-Lihat-Kondisi-Arya-Daru-Saat-Tewas-Tak-Percaya-Akhiri-Hidup.jpg)