Mbah Sarinem Nangis Gegara Perhiasan Senilai Rp 35 Juta Digondol Petugas Survei Bansos Gadungan

Mbah Sarinem menangis histeris saat tahu perhiasan seberat 40 gram senilai Rp 35 juta hilang digondol oleh petugas survei bansos gadungan.

Editor: taryono
Kapolsek Bungkal
PERHIASAN RAIB - Korban gendam, Mbah Sarinem menangis histeris saat perhiasan miliknya dengan berat total 40 gram senilai Rp 35 juta amblas diambil pencuri di rumah Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jatim, Minggu (3/8/2025). Sebuah video menunjukkan kesedihan mbah-mbah lantaran perhiasan hasil menyisihkan pendapatan lenyap digendam viral. 

Tribunlampung.co.id, Jatim - Mbah Sarinem menangis histeris saat tahu perhiasan seberat 40 gram senilai Rp 35 juta hilang digondol oleh petugas survei bansos gadungan.

Peristiwa itu terjadi di rumahnya di Desa Sambilawang, Kecamatan Bungkal, Kabupaten Ponorogo, Jatim.

Mbah Sarinem baru sadar jadi korban penipuan dengan modus gendam setelah pelaku kabur dari rumahnya.

Dalam video yang viral itu, Mbah Sarinem menceritakan bagaimana bisa kehilangan.

“Kalung loro (kalungnya dua), sing sitok 7 sing sitok 5 (yang satu 7 gram, yang satu 5 gram). Ali-ali ne cacah e pitu lo pak (cincinnya jumlahnya 7 lo),” ungkap Mbah Sarinem seperti yang didengarkan Tribunjatim.com.

Kapolsek Bungkal, AKP Muhammad Anwar Fatoni membenarkan kejadian itu. Dia menyebutkan bahwa telah ke lokasi untuk melakukan olah TKP.

“Modusnya pelaku nyaru jadi petugas survei bansos (bantuan sosial) gadungan,” katanya kepada Tribunjatim.com.

Hasil olah tkp, bahwa awalnya ada mobil warna silver yang berhenti di jalan masuk ke rumah korban. 

Tetangga tidak curiga.

“Akan tetapi korban (Mbah Sarinem) teriak menceritakan kejadian yang baru saja menimpanya. Korban menceritakan telah di datangi 2 orang laki-laki survei bansos gadungan,” katanya.

Petugas survei gadungan menanyakan apakah korban selama ini sudah mendapatkan bantuan dari pemerintah.

Mereka juga mengatakan kepada korban akan mendapatkan bantuan lagi dari pemerintah.

“Korban diminta mengambilkan KTP, kemudian setelah di ambilkan. Korban di minta oleh pelaku menunjukan emas yang telah di beli tersebut kepada para pelaku, dan setelah di tunjukan korban menyimpan kembali perhiasan emas,” tegasnya.

Entah bagaimana cerita, korban pergi ke dapur.

Akan setelah kembali ke ruang tamu para pelaku sudah tidak ada di ruang tamu dan korban juga mendapati perhiasan emas sebanyak kurang lebih 40 Gram dan surat-suratnya serta KTP korban sudah tidak ada atau hilang. 

“Baru dilaporkan ke kami. Total kerugian Rp 32 juta. Kami sudah olah TKP, memeriksa saksi juga mencari rekaman cctv,” papar AKP Fatoni—sapaan akrab—Kapolsek Bungkal, AKP Muhammad Anwar Fatoni 

AKP Fatoni berpesan agar warga lain juga hati-hati. 

Modusnya adalah pencuri berpura pura bertamu dan membohongi korban, para pelaku yang tidak di kenal tersebut mengambil perhiasan emas berupa Cincin dan kalung tanpa seijin pemiliknya. 

Baca juga: Jerit Mbah Sarinem usai Didatangi Petugas Bansos Gadungan, Baru Sadar Perhiasan Rp 35 Juta Raib

(Tribunlampung.co.id/TribunJatim.com)

 

Sumber: Tribunnews
Tags
penipuan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved