Sosok yang Temukan Jasad Brigadir Esco Pertama Kali, Hilang Sejak 19 Agustus

Sosok yang temukan jasad Brigadir Esco Faska Rely, anggota Kepolisian Sektor Sekotong, Lombok Barat, ternyata adalah sang mertua.

Tayang:
TRIBUNLOMBOK.COM/WAWAN SUGANDIKA.
PENEMUAN JASAD POLISI - Pihak Kepolisian Polres Lombok Barat melakukan olah TKP atas kematian Brigadir Esco, anggota Polres Lombok Barat yang ditemukan terjerat tali di leher di kebun tak jauh dari rumahnya di Desa Jembatan Gantung, Kabupaten Lombok Barat, pada Senin (25/8/2025). Korban pertama kali ditemukan oleh mertuanya, H Saiun, di kebun yang berjarak sekitar 50 meter dari rumah korban. 

“Saya yang pertama kali menemukannya, saat saya sedang cari ayam saya yang hilang, saya kaget ada tali, saya pikir itu anjing yang tergantung, setelah didekati ternyata mayat,” katanya.

Penemuan ini kemudian segera dilaporkan Saiun ke Kepala Dusun (Kadus) setempat, yang selanjutnya diteruskan kepada pihak Polres Lombok Barat.

Saiun mengaku sangat terkejut setelah identifikasi menunjukkan mayat yang ia temukan dalam keadaan terikat, membengkak, dan wajah hampir tidak dikenali itu ternyata adalah menantunya yang sudah hilang kontak sejak 19 Agustus 2025.

Saat ini, jenazah Brigadir Esco akan disemayamkan di kampung halamannya, di Desa Bonjeruk, Kecamatan Jonggat, Lombok Tengah.

Penuh Kejanggalan

Kematian Brigadir Esco Faska Rely, anggota Kepolisian Sektor Sekotong, Lombok Barat menyisakan banyak kejanggalan.

Jasad Brigadir Esco ditemukan dalam kondisi terjerat tali di lehernya di kebun yang tak jauh dari rumahnya.

Saat ditemukan, tubuh korban sudah dalam keadaan membengkak dan wajahnya hampir tidak bisa dikenali.

Meski jasad terlihat membusuk, warga sekitar lokasi kejadian mengaku tidak pernah mencium bau busuk yang biasanya muncul dari jenazah dalam kondisi seperti itu.

“Ndak ada bau busuk itu, baunya itu keluar saat (jasad Brigadir Esco) sudah ketemu, itu kemarin nggak ada, apalagi ini (TKP) dekat rumah,” ucap Anisah, warga yang tinggal sekitar 10 meter dari lokasi penemuan jasad, Senin (25/8/2025).

Anisah, yang tinggal sendiri karena suaminya sedang merantau ke Sumbawa, juga tidak mendengar suara mencurigakan sebelumnya. Padahal, lokasi penemuan jasad berada persis di belakang rumahnya.

Tidak adanya bau busuk maupun tanda-tanda lain membuat warga curiga, kematian Brigadir Esco bukan disebabkan oleh bunuh diri seperti yang diberitakan.

“Kalau ada bau pasti kita curiga, ini nggak ada sama sekali, apalagi katanya kan sudah membusuk,” katanya.

Menurut Anisah, kebun tempat jenazah ditemukan juga jarang dikunjungi warga karena merupakan lahan milik pribadi masyarakat luar desa.

Ia menambahkan, selama ini dirinya juga tidak pernah berinteraksi langsung dengan almarhum Brigadir Esco.

Sumber: Tribun Lombok
Halaman 2/4
Tags
jasad
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved