Pembobolan ATM di Bandar Lampung

Oknum Satpam Bobol Uang Nasabah, Bank Mandiri Bandar Lampung Minta Maaf

Penulis: joeviter muhammad
Editor: Daniel Tri Hardanto
AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Perwakilan PT Gapins Cabang Lampung Haryanto memberikan keterangan kepada awak media, Senin (7/9/2020).

Merujuk kejadian tersebut, Rudi menyatakan nasabah boleh saja meminta bantuan kepada satpam.

Namun pada saat nasabah menekan PIN, satpam tidak boleh melihatnya.

"Karena meskipun keluarga atau istri bisa saja disalahgunakan, apalagi kepada orang lain yang belum kita kenal," kata dia.

Sementara itu, Sutejo (53) membenarkan pihaknya sudah menyelesaikan masalah ini secara kekeluargaan.

Ia mengatakan, kedua belah pihak berjanji tidak membawa kasus ini ke ranah hukum.

"Melalui mediasi dengan pihak terkait, masalah ini sudah diselesaikan dengan cara kekeluargaan," kata Sutejo.

Sutejo menunjukkan print out data transaksi dari Bank Mandiri, Rabu (2/9/2020). (Tribunlampung.co.id/Joviter Muhammad)

Bayar Cicilan Motor

Oknum satpam bank berinisial BS mengambil uang tunai Rp 10 juta milik nasabah setelah mengamankan kartu ATM milik nasabah.

Warga Kecamatan Rajabasa, Bandar Lampung ini menggunakan uang tersebut untuk keperluan pribadinya.

Saat ini, uang tersebut hanya tersisa sekitar Rp 3 juta.

Haryanto selaku perwakilan PT Gapins Cabang Lampung menjelaskan, uang tersebut sebagian besar digunakan BS untuk memenuhi kebutuhannya, mulai dari membayar angsuran motor hingga membeli pakaian.

"Bayar cicilan motor dua bulan, servis motor, beli baju, sepatu, celana. Sisanya sekitar segitu (Rp 3 juta)," terang Haryanto, Senin (7/9/2020).

Haryanto mengatakan, BS tergolong baru bekerja di PT Gapins Cabang Lampung, tepatnya tiga bulan.

Awalnya BS ditempatkan di sebuah perusahaan swasta.

Namun, pada saat kejadian, BS diperbantukan ke sebuah bank di Jalan Ki Maja, Way Halim, Bandar Lampung.

Halaman
1234

Berita Terkini