Sebelum itu, tambah Anggoro, HK mencicipi terlebih dahulu seteguk miras yang dicampur dengan hand sanitizer.
Hal itu dilakukannya untuk memastikan agar rasa minuman itu tak jauh berbeda dengan miras yang biasa ia berikan.
“Sebelum diberikan, oleh pelaku hand sanitizer ini dicicip dulu seteguk untuk memastikan rasanya tak jauh berbeda dengan miras Cap Tikus (oploson),” terang Anggoro.
“Dan juga memastikan reaksi setelah meminum akan menimbulkan sakit perut,” sambungnya.
Hingga akhirnya, lanjut Anggoro, pada Jumat siang (10/9/2021), HK memberikan satu botol hand sanitize berukuran 1,5 liter kepada tujuh orang anak punk.
Minuman itu pun habis diminum oleh pelaku dan korban.
Melihat reaksi korban biasa saja setelah menegak 1 botol miras hand santizer, malamnya pelaku kembali memberikan 2 botol hand sanitizer kepada teman-temannya.
Untuk meminum miras kedua kalinya, pelaku mengaku tidak ikut meminum miras dengan alasan HK sibuk memancing.
“Pesta miras yang kedua kalinya mereka minum di pinggir sungai, pelaku sendiri sempat diajak untuk minum bersama, tetapi saat di pinggir sungai beralasan sibuk memancing,” jelas Anggoro.
Tak berhenti sampai di situ, pesta miras berlanjut hingga Sabtu (11/9/2021) malam.
Saat itu HK kembali memberikan 2 botol hand sanitizer kepada para korban yang tengah berkumpul di rumah sebuah kos.
Karena meminum miras yang dicampur dengan hand sanitizer itu menyebabkan lima orang meninggal dunia.
“Di malam inilah para korban meninggal dunia usai menghabiskan dua botol hand sanitizer. Awalnya 2 orang, yakni ST (18) dan AG (17). Kemudian besoknya disusul PU (20) yang meninggal di rumah sakit,” ungkapnya.
Dua korban lainnya, RZ (20) dan Al (15), meninggal dunia pada Senin (13/9/2021) di rumah sakit.
Sedangkan dua korban lainnya dikabarkan selamat, dan masih menjalani perawatan intensif.