Berita Lampung

ALFI Lampung Dorong Jalur Transportasi Memadai untuk Keluar Masuk Logistik

AA

Text Sizes

Medium

Large

Larger

Acara Diskusi Panel dan Rakerwil Alfi tahun 2022 di ballroom Hotel Sheraton, Kamis (1/9/2022). ALFI Lampung dorong jalur transportasi memadai untuk keluar masuk logistik.

Tribunlampung.co.id, Bandar Lampung - Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Asosiasi Logistik dan Forwader Indonesia (ALFI) Lampung berharap ekosistem logistik yang sehat dan profesional dapat terwujud di Lampung.

Ketua DPW ALFI Lampung A Zamzani Yasin mengatakan, diakuinya pihaknya sempat vakum sekitar 2 tahun akibat pandemi Covid-19.

"Kita bisa dikatakan vakum selama dua tahun gara-gara Covid-19, berharap saat ini bisa kembali tumbuh optimal," kata Zamzani usai acara pembukaan Acara Diskuni Panel dan Rakerwil Alfi tahun 2022 di ballroom Hotel Sheraton, Kamis (1/9/2022).

Terkait wacana dibukanya tol melalui Lematang sampai Pelabuhan, menurutnya ini patut diapresiasi untuk memudahkan proses pengiriman logistik dari Lampung ke luar negeri melalui jalur laut.

"Kami dari ALFI sudah mengajukan kepada kementerian perhubungan, sudah tiga kali datang," tutur dia.

Baca juga: Serapan PAD Pringsewu Baru Terealisasi Rp 19 Miliar hingga Agustus 2022

Baca juga: Warga Pesawaran Santai Hadapi Isu Kenaikan BBM Subsidi, Tak Ada Antrean di SPBU

Ini lantaran pihaknya cukup keberatan untuk masuk ke Pelabuhan harus melalui pintu tol Natar.

Karena secara jarak menjadi lebih jauh dan juga tentunya berdampak terhadap pengeluaran bahan bakar serta jarak tempuh.

(Kalau lewat sini (ruas jalan lintas menuju pelabuhan) kondisinya kurang bagus. Sering terjadi kecelakaan," beber Zamzani.

Dalam hal ini pihaknya berharap Pemprov Lampung bisa turut mendesak dalam perealisasiannya.

"Yang kami harapkan hanya itu, jalan menuju arah pelabuhan harus dalam kondisi baik. Kalau sekarang ini di tanjakan PJR sering terjadi kecelakaan," papar dia.

Mengenai logistik yang diangkut sendiri beragam, dimana merupakan hasil bumi Lampung. Diantaranya ada kopi, bungkil atau pakan ternak, dan lainnya.

Negara tujuan ekspor terbesar adalah Eropa dan Asia, selain itu ke Singapura.

Stok hasil bumi untuk diekspor juga menurutnya melimpah. Hanya saja hambatan utama saat ini selain kondisi jalan juga terkait kelangkaan kontainer.

"Kelangkaan kontainer terjadi karena Cina masih melakukan pembatasan dan pengiriman tidak bisa langsung ke Panjang," ujar Zamzani.

Halaman
12