Agung, warga Desa Gedung Tataan, mengatakan bahwa dirinya mengaku senang, dengan adanya lapak-lapak yang berdiri selama bulan Ramadan ini.
Pasalnya selain untuk kebutuhan masyarakat, di sisi lain pun dengan adanya lapak dadakan itu menjadi sesuatu yang ditunggu selama bulan suci tersebut.
“Momen-momen seperti ini hanya setahun sekali, jadi euforianya sangat indah,” pungkas dia.
(Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya)