Iskandar mengatakan, wisata pantai yang sebelumnya ia dampakan itu malah menjadi petaka baginya.
“Memang dari Palembang lagi mudik ke sini. Terus pengen liburan, pantai ini jadi salah satu destinasinya,” kata dia.
“Tapi ini malah kepisah sama keluarga. Semoga ketemu, ini mau lanjut nyari,” pungkasnya terburu-buru.
Selain akses sinyal, infrastruktur menuju lokasi wisata pantai itu juga menjadi salah satu aspek yang disorot pengunjung.
Jalan yang didominasi batu kerikil berlapis pasir saling beradu dengan ban kendaraan miliki pengunjung.
Kepulan debu seakan menjadi ucapan selamat datang dan selamat jalan bagi para pengunjung patai tersebut.
Gunawan, warga Kalianda, Lampung Selatan menjadi salah satu pengunjung yang mengeluhkan fenomena debu terbang itu.
“Sayang banget wisata bagus gini cuma akses jalan mau masuknya banyak debu begini,” tuturnya saat ditemui di tempat parkir.
“Semoga hal ini bisa menjadi bahan evaluasi bagi pihak pengelola agar lebih memperhatikan. Karena jalan ini sangat penting,” singkatnya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/Bobby Zoel Saputra)