Bisnis
PTPN I Turut Antar Dedi Ramdani menjadi Peracik Kopi Dunia
Pria yang telah menjadi mitra PTPN I sejak 2002 itu fokus kepada pemuliaan kopi pascapanen.
Ia mengatakan, Dedi Ramdani sebagai mitra binaan PTPN I dapat memberi nilai tambah sekaligus menguatkan rasa percaya diri produk hulu bisa sampai kepada konsumen akhir.
Menurutnya, pencapaian Pak Dedi adalah bukti konkret implementasi Asta Cita Presiden Prabowo Subianto terkait penguatan ekonomi kerakyatan dan hilirisasi produk pertanian.
"Kami di PTPN I tidak hanya fokus pada produksi hulu, tetapi juga memastikan petani/ mitra binaan kami memiliki keahlian pasca-panen tingkat tinggi agar produk mereka memiliki nilai tambah yang luar biasa di pasar global," kata Teddy Yunirman Danas di Jakarta, Rabu (11/2/26).
Senada dengan hal tersebut, Region Head PTPN I Regional 2 Desmanto menambahkan bahwa pendampingan di tingkat regional akan terus diperkuat guna memastikan keberlanjutan prestasi ini.
"Kami di Regional 2 sangat bangga melihat mitra binaan kami melaju ke Filipina. Kami telah mendampingi perjalanan Dedi sejak lama, dan pencapaian skor 83.64 dalam kategori specialty coffee adalah bukti kualitas kopi Pangalengan yang luar biasa. Kami siap mendukung penuh kebutuhan teknis maupun promosi untuk laga dunia nanti," ungkap Desmanto.
Nilai ekonomi dari kualitas kopi yang diracik Dedi ini pun langsung teruji di pasar.
Kopi juara milik Dedi langsung diburu oleh berbagai kafe di seluruh Indonesia dengan harga menembus Rp300.000 per kilogram.
Tingginya serapan pasar ini menjadi bukti bahwa pembinaan yang dilakukan PTPN I mampu menciptakan produk yang secara kualitas diakui pakar, dan secara komersial sangat diminati.
Bagi Dedi Ramdani, perjalanan panjangnya sejak menjadi mitra binaan PTPN I pada tahun 2002 merupakan kunci di balik kesuksesannya saat ini.
"Saya sangat berterima kasih atas dukungan PTPN I selama ini. Selain permodalan, kami dibekali pelatihan teknis dan dilibatkan dalam berbagai event strategis," kata Dedi.
Menurutnya, dukungan inilah yang membuat brand PTPN I dikenal dan membuka jalan untuk masuk ke pasar internasional.
"Kemenangan ini adalah kemenangan bersama untuk seluruh petani binaan PTPN," kata Dedi.
Keberhasilan ini diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan para trader kopi, baik lokal maupun mancanegara, terhadap kapabilitas PTPN I dalam mengelola komoditas kopi skala nasional dan internasional.
Dengan melangkahnya kopi Dedi Ramdani ke babak final di Filipina bulan depan, PTPN I semakin optimistis dapat membawa kopi Nusantara merajai pasar dunia, sekaligus memperkokoh citra perusahaan sebagai penggerak ekonomi inklusif berkelanjutan. (*)
(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID/rls)
| Pegadaian Sabet The Asset Triple A 2026, Dorong Inklusi Keuangan dan MengEMASkan Indonesia |
|
|---|
| Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global |
|
|---|
| Dua PLTBg Jadi Andalan PalmCo Tekan Biaya Energi di Tengah Gejolak Global |
|
|---|
| PTPN IV Regional VII Perkuat Tata Kelola Lewat Pelatihan Control Self Assessment |
|
|---|
| Tunda Panen Demi Mutu, Bisnis Kopi PTPN IV Tetap Raup Laba pada Awal 2026 |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Kopi-racikan-PTPN-dok.jpg)