Bisnis
Pemerintah Kirim PTPN I Masuk Bisnis Singkong dan Jagung
Pemerintah menugaskan PTPN I untuk masuk ke bisnis tanaman pangan semusim yakni singkong dan jagung.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Pemerintah menugaskan PTPN I untuk masuk ke bisnis tanaman pangan semusim yakni singkong dan jagung.
Dengan aset lahan lebih dari 1,1 juta hektare, Subholding Supporting Co pada Holding Perkebunan Nusantara (HPN) ini akan berbagi ruang dengan komoditas karet, kelapa, teh, kopi, tembakau, pala, kakao, singkong, jagung, dan bawang putih.
Stabilitas harga, kontinuitas pasokan, dan pemberdayaan petani menjadi isu krusial pada komoditas singkong dan jagung di Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Direktut Utama PTPN I Teddy Yunirman Danas pada acara halal bihalal Idul Fitri 1447 H bersama seluruh karyawan di Jakarta, Senin (30/3/2026).
Ia mengatakan, pemerintah melalui Kementerian BUMN telah memberi kepercayaan untuk menjadi bagian dari solusi fenomena komoditas semusim ini.
“Kemarin kita mendapat mandat untuk menjadi pengembang kelapa dan pala. Kita mendapat tambahan mandat dari pemerintah, yakni masuk ke bisnis singkong dan jagung. Kita tahu, singkong dan jagung saat ini didominasi petani," ucapnya.
"Kemampuan petani kita sangat kuat, tetapi ada masalah pada fluktuasi harga yang sangat merugikan petani. Saat panen raya, harga jatuh, bahkan untuk biaya panen saja tidak cukup,” kata Teddy.
Dalam konteks tugas ini, PTPN I menjadi harapan untuk bersinergi dengan petani untuk menjamin harga yang tetap untung, terserap, dan stabil.
Oleh karena itu, sejalan dengan program ketahanan pangan nasional dan hilirisasi yang dicanangkan Presiden, PTPN I akan melakukan langkah-langkah strategis dan terpadu.
“Selama ini kita memang spesialis pada komoditas tanaman keras, tetapi kita punya kapasitas dan ekspertasi dasar untuk tanaman pangan semusim. Identifikasi terhadap masalah singkong dan jagung ini sudah banyak rekomendasi yang mantap," ujarnya.
"Intinya, kita harus bersinergi dengan rakyat untuk sama-sama maju. Hilirisasi adalah salah satu jawabannya sehingga singkong dan jagung punya nilai tambah,” sambung Teddy Yunirman Danas.
Para pejabat utama, dari Dewan Komisaris dan Dewan Direksi hadir pada acara saling memaafkan dan saling menguatkan setelah momen bulan puasa itu.
Teddy menyebut momentum Idulfitri bukan sekadar seremoni silaturahmi, melainkan titik balik bagi seluruh insan perkebunan untuk mempertegas peran mereka sebagai agent of development di bawah arahan Kementerian Pertanian.
Teddy menekankan, ekspansi ini bukan sekadar diversifikasi bisnis rutin, melainkan sebuah tanggung jawab negara yang mendesak.
Dalam visi ini, PTPN I diposisikan sebagai lokomotif penggerak yang tidak hanya mengelola lahan secara korporasi, tetapi juga merangkul dan memberdayakan masyarakat untuk aktif dalam ekosistem pangan nasional.
| Indosat dan REI Sumatera Selatan Hadirkan HiFi Air di Area Perumahan |
|
|---|
| PTPN IV PalmCo Jalankan Program Nutrisi di Riau Dukung Generasi Sehat |
|
|---|
| PTPN Genjot Singkong di Lampung–Sumsel, Targetkan Produktivitas 30 Ton per Hektare |
|
|---|
| Pegadaian Sabet The Asset Triple A 2026, Dorong Inklusi Keuangan dan MengEMASkan Indonesia |
|
|---|
| Telkom–PGN Dorong Ekosistem Green Digital Infrastructure Terintegrasi Bersama Mitra Global |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/HALAL-BIHALAL-Direktut-Utama-PTPN-I-56.jpg)