Bisnis
HIPPI Dorong Keberpihakan Kebijakan dan Penguatan Rantai Pasok Pangan
Ketua Umum DPP HIPPI dorong keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha nasional agar mampu bertahan menghadapi persaingan.
Penulis: sulis setia markhamah | Editor: Endra Zulkarnain
TRIBUNLAMPUNG.CO.ID, Bandar Lampung - Di tengah situasi perekonomian saat ini dan meningkatnya tekanan terhadap dunia usaha, Ketua Umum (Ketum) Dewan Pengurus Pusat (DPP) Himpunan Pengusaha Pribumi Indonesia (HIPPI) Erik Hidayat menegaskan pentingnya keberpihakan pemerintah terhadap pengusaha nasional agar mampu bertahan menghadapi persaingan yang semakin ketat.
Hal tersebut disampaikan Erik Hidayat saat bersilaturahmi dengan jajaran DPD HIPPI Lampung, diantaranya ada Ketua Umum DPD HIPPI Lampung Heri Adrian, Ketua DPC HIPPI Bandar Lampung Yarisma didampingi Wakil Ketua Erniwaty Madjaga beserta anggota dan pelaku usaha di Lampung di Begadang Restaurant Jalan Diponegoro, Bandar Lampung, Rabu (10/6/2026).
Menurut Erik, kondisi ekonomi saat ini menuntut seluruh pelaku usaha, baik skala kecil, menengah, maupun besar, untuk fokus pada upaya bertahan di tengah berbagai tantangan yang ada.
"Apapun industrinya, baik kecil, menengah, maupun besar, saat ini yang paling penting adalah bertahan. Karena itulah kuncinya," ujar Erik.
Ia menilai pemerintah perlu menghadirkan kebijakan yang lebih berpihak kepada pengusaha nasional, terutama ketika persaingan dengan pelaku usaha dan modal asing semakin kuat.
"Kalau kita tidak bisa bertahan, serbuan asing akan semakin besar. Karena itu suara pengusaha yang saat ini sedang tertekan harus didengar pemerintah," katanya.
Lampung Berpeluang Menjadi Kekuatan Rantai Pasok Pangan
Dalam pertemuan tersebut, Erik juga menyoroti potensi besar Lampung sebagai daerah agrikultur yang dapat menjadi bagian penting dari rantai pasok pangan nasional bahkan global.
Menurutnya, sektor pertanian, perkebunan, dan peternakan harus menjadi fokus utama pengembangan ekonomi daerah karena memiliki peluang yang besar di masa depan.
"Saya melihat Lampung memiliki kultur agrikultur yang kuat. Tanaman tumbuh baik, peternakan juga potensial. Ini harus menjadi fokus karena Indonesia tidak boleh hanya menjadi pasar dunia, tetapi juga harus menjadi pemasok rantai pasok dunia," ujarnya.
Ia mendorong HIPPI Lampung untuk memperkuat kolaborasi antar pelaku usaha dan memanfaatkan jaringan HIPPI yang kini telah tersebar di 22 provinsi guna memperluas akses pasar bagi produk-produk lokal.
UMKM Diminta Bangun Database Sendiri
Di era digital, Erik mengingatkan pelaku UMKM agar tidak sepenuhnya bergantung pada platform marketplace atau media sosial yang dikendalikan pihak lain.
Menurutnya, pengusaha harus mulai membangun basis pelanggan dan database sendiri agar memiliki kendali lebih besar terhadap pemasaran produknya.
"Kalau kita hanya berjualan di lapak orang lain, algoritmanya kita tidak menguasai. Karena itu UMKM harus mulai membangun database pelanggan sendiri, misalnya melalui WhatsApp dan kanal digital yang mereka miliki," jelasnya.
| PTPN I Siap Dukung Ketahanan Energi, Banyak Aset Bisa Dimanfaatkan Program Hilirisasi |
|
|---|
| Raih Best Improvement 2025, PTPN IV Regional VII Kebun Rejosari Apresiasi Pemanen Terbaik |
|
|---|
| Perkuat Budaya Integritas, PGE Ulubelu Sosialisasi GCG dan Kepatuhan Hukum Bersama Kejari Tanggamus |
|
|---|
| PTBA Tingkatkan Kompetensi Kelompok Budidaya Itik Petelur, Bangun Ekonomi Lokal Berkelanjutan |
|
|---|
| Perkuat Sinergi Pengamanan Kebun, PTPN IV Regional VII Audiensi dengan Kapolda Lampung |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/SILATURAHMI-Ketua-DPP-HIPPI.jpg)