Berita Lampung

Dinas Kelautan Dorong Pemanfaatan Cangkang Rajungan jadi Pakan

Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung manfaatkan cangkang rajungan menjadi olahan tepung yang bisa digunakan sebagai pakan.

Penulis: Agustina Suryati | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Agustina Suryati
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung manfaatkan cangkang rajungan menjadi olahan tepung yang bisa digunakan sebagai pakan.

Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Lampung, Liza Derni menyampaikan, pemanfaatan cangkang rajungan menjadi tepung telah menggandeng kerjasama dengan civitas akademisi sebagai pengkaji dan dengan Non Goverment Organization (NGO) sejak tahun 2018.

Mengingat harga pakan yang cukup tinggi, menurutnya, cangkang bisa digunakan agar Nilai Tukar Petani (NTP) para pembudidaya bisa bertambah dan mencapai angka di atas 100.

"Ini kami gunakan prinsip Blue Economy atau Ekonomi Biru, jadi pakan kita ini bisa diambil untuk peningkatan NPT"

"Minimal membantu untuk mensubsidi 25 persen kebutuhan pakan mandiri supaya NTP ini di atas 100"

"Salah satunya adalah kita ada kerjasama Rajungan dengan NGO dari tahun 2018"

"Jadi rajungan itu kita olah menjadi tepung dan kita jadikan pakan ikan," ujarnya di Bandar Lampung," 

"Di sini kita kerjasama juga dengan unila untuk itu setiap tahun untuk pembuatan pakannya, jadi universitas itu mengkaji lalu kita juga membuat untuk membantu masyarakat," ujarnya, Selasa (23/1/2023).

Selain meningkatan taraf hidup petani, tujuan lain mengarah pada ketergantungan bahan impor dan produk pabrikan.

Pemanfaatan limbah agar tidak terbuang percuma juga disebut sebagai salah satu tujuannya.

Maka dari itu, pihaknya mengatakan tidak menutup kemungkinan juga untuk pemanfatan lain seperti pada kepala udang dan kepala ikan.

"Selain itu bisa juga dari kepala udang yang dimana proteinnya cukup tinggi dimanfaaatkan supaya kadar proteinnya menyamai produk pabrikan"

"Kenapa kita lakukan itu karena harga pakan ini cukup tinggi karena kita juga bahan bakunya masih bergantungn dengan impor dari luar"

"Untuk mengurangi impor dari luar ini kita memakai bahan yang ada atau yang sudah tidak terpakai lagi antara lain seperti cangkan rajungan, kepala ikan, kepala udang, supaya kita bisa menekan biaya dan bisa mengurangi ketergantungan bahan impor dari luar juga para pembudidaya bisa mengurangi konsumsi pakan pabrikan, dan tidak ada lagi cangkang yang terbuang," ujarnya.

Kemudian, lanjutnya, cangkang kepiting juga memiliki banyak manfaat kesehatan yang nantinya direncanakan akan berlanjut pada kerjasama dengan Dinas Kesehatan Provinsi Lampung.

Pihaknya telah menyokong bantuan lain mulai dari mesin, bahan bakunya, bibit ikan, modal, dan kerjasama dengan program Kartu Petani Berjaya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

 

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved