Berita Lampung

4 Kasus Flu Singapura Ditemukan di Pesawaran

Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pesawaran Lampung mencatat empat kasus Flu Singapura atau hand,foot, and mouth disease di Bumi Andan Jejama.

Penulis: Oky Indra Jaya | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/Oky Indra Jaya
Kabid Pengendalian dan Pemberantas Penyakit Diskes Pesawaran Chris Manurung. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dinas Kesehatan (Diskes) Kabupaten Pesawaran Lampung mencatat empat kasus Flu Singapura atau hand,foot, and mouth disease di Bumi Andan Jejama.

Kepala Bidang (Kabid) Pengendalian dan Pemberantas Penyakit (P2P) Diskes Pesawaran Chris Manurung menerangkan, empat kasus tersebut berdasarkan data Diskes Pesawaran sampai hari ini.

Empat kasus itu, ungkap Chris ditemukan di faskes yang ada di Pesawaran.

Penderita penyakit Flu Singapura ini didominasi oleh penderita anak-anak.

“Ya, berdasarkan data kasus, memang sasaran dari penyakit ini adalah anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun,” kata Chris kepada Tribun Lampung, Rabu (22/5/2024).

Penyakit ini, menurutnya sangat menular dan disebabkan oleh virus yang sampai saat ini masih belum ada obatnya.

Adapun, tanda-tanda atau gejala yang dapat terlihat dari tangan, kaki dan mulut yang menimbulkan bercak merah seperti ruam.

Sementara gejala pada tubuh yang diwaspadai dari penyakit ini seperti, hilangnya nafsu makan, demam dan gatal-gatal pada kulit.

Penyakit, ini lebih sering menyerang anak-anak karena masih rentannya daya tahan tubuh.

Pada penularannya dapat terjadi dari cairan hidung atau tenggorokan, cairan pada luka penderita serta kurang bersihnya dalam menjaga kesehatan tubuh pada anak.

Dia menambahkan, gejala penyakit Flu Singapura ini terlihat hampir mirip dengan Herpes.

Chris menyebut, penyakit ini menyerang tubuh dalam rentang 10 hari.

Tubuh yang terpapar penyakit ini, jelas mengalami berbagai gejala seperti demam, ruam-ruam merah bahkan bisa juga sakit perut.

“Semua gejala itu yang paling kentara adalah dengan timbulnya lepuhan pada di sekitar lidah atau gusi dan di bagian dalam pipi,” bebernya.

Penyakit ini memang tidak mematikan, namun, bagi penderita anak-anak jelas dapat membuat rasa tidak nyaman sepanjang hari.

“Karena sakit kan pastinya,” jelasnya.

Petunjuk penting yang dapat dilakukan apabila terdapat gejala penyakit ini adalah dengan melakukan pemeriksaan di faskes.

“Belum ada antivirus untuk mengobati ini, tetapi yang diobati hanya tanda dan gejalanya, kalau daya tahan tubuh sudah kembali menguat virusnya akan menghilang,” pungkas Chris.

(TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved