Berita Lampung

PUPR Lampung Selatan Klaim Jalan Mulus Capai 850 KM

Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim jalan mulus yang ada di Lampung Selatan sepanjang 850 kilometer atau telah mencapai 70 per

Penulis: Dominius Desmantri Barus | Editor: Indra Simanjuntak
Tribunlampung.co.id/ Dominius Desmantri Barus
Ilustrasi jalan di Lampung Selatan. 

TRIBUNLAMPUNG.CO.ID - Dinas Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) mengklaim jalan mulus yang ada di Lampung Selatan sepanjang 850 kilometer atau telah mencapai 70 persen.

Kepala Bidang Bina Marga PUPR Kabupaten Lampung Selatan Hasannudin menyebut, jalan mulus yang ada mencapai 850 kilometer. "Ini dapat dihitung dari realisasi pembangunan jalan untuk tahun 2024 kurang lebih 30 kilometer dan sejumlah pembangunan ruas jalan yang masih dalam proses," ujarnya, Kamis (24/10).

Selain itu, sesuai dengan Peraturan Menteri PUPR Nomor 13 Tahun 2011, yang paling signifikan penurunan status jalan rusak ringan (Jalan Berlubang) yang direhabilitasi secara mandiri. "Data terkini bisa lebih dari 70 persen jalan mantap, jika dihitung realisasi pembangunan jalan tahun anggaran 2024 dan rehab jalan berlubang dengan status jalan rusak ringan. Nanti diakhir tahun baru kita bisa rilis," katanya lagi.

Ia pun membantah adanya pernyataan yang menyebutkan berdasarkan data BPS, jalan kabupaten di Lampung Selatan dengan kondisi baik hanya 415,08 kilometer atau 34,5 persen dari total panjang jalan 1.204,10 kilometer. Menurutnya, jika mengacu data BPS yang benar adalah 670,98 kilometer.

"Ngawur itu yang bilang jalan di Lampung Selatan dengan kondisi baik hanya 34,5 persen atau 415,08 kilometer. Data BPS itu data dari kami per Desember 2023, bahwa jalan dengan kondisi sangat baik itu memiliki panjang415,08 KM ditambah dengan kondisi baik (Sedang) dengan panjang 225,90 KM," bebernya.

Dijelaskannya, tingkat layanan jalan kabupaten terhadap jumlah penduduk Kabupaten Lampung Selatan setiap kilometer jalan kabupaten melayani 890 orang perkilometer. Dengan rincian tertinggi ada di 6 kecamatan, yakni Kecamatan Rajabasa dengan tingkat layanan jalan 5.423 orang perkilometer. Lalu di Kecamatan Bakauheni 1.191 orang per kilometer. Kemudian di Kecamatan Natar 1.164 orang per kilometer.

Selanjutnya Kecamatan Jatiagung 1.162 orang per kilometer. Kecamatan Sidomulyo 931 orang per kilometer. Kecamatan Candipuro 915 orang per kilometer. Dan 11 kecamatan lainnya berada di bawah rata-rata kabupaten 890 orang per kilometer. Berdasarkan prosentase panjang jalan kabupaten yang ada di Kabupaten Lampung Selatan sepanjang 1.204 kilometer. Dengan prosentase tertinggi terdapat di Kecamatan Natar dengan 13,79 persen.

"Lalu Kecamatan Tanjung Bintang 10,40 persen. Kecamatan Kalianda 9,59 persen. Kecamatan Jati Agung 9,26 persen. Kecamatan Katibung 8,64 persen. Kecamatan Palas 6,45 persen. Kecamatan Sidomulyo 5,86 persen. Kecamatan Merbau Mataram 5,36 persen. Kecamatan Candipuro 5,26 persen Kecamatan Ketapang 5,04 persen. Sebanyak 7 kecamatan lainnya berada di bawah 5 persen," ungkapnya.

Berdasarkan jumlah penyebaran penduduk, tingkat layanan jalan kabupaten yang sudah ada saat ini dengan nilai proritas pertama yaitu Kecamatan Natar dengan nilai 51, Kecamatan Sidomulyo nilai 49, Kecamatan Palas nilai 47. Kemudian Kecamatan Kalianda nilai 46, Kecamatan Katibung nilai 46, Kecamatan Jati Agung nilai 45, Kecamatan Tanjung Bintang nilai 44, Kecamatan Ketapang nilai 38, Kecamatan Candipuro nilai 37.

Kecamatan Rajabasa nilai 37, Kecamatan Bakauheni 35, Kecamatan Merbau Mataram nilai 33, Kecamatan Way Sulan nilai 27, Kecamatan Tanjung Sari nilai 20, Kecamatan Sragi nilai 19 dan Kecamatan Way Panji 16. Menurutnya, tantangan utama penuntasan pembangunan jalan yang ada di Kabupaten Lampung Selatan adalah pertumbuhan populasi masyarkat dan juga urbanisasi, konstruksi jalan yang tahan terhadap berbagai cuaca dan investasi anggaran yang sangat besar.

Makin bertambahnya populasi penduduk makin bertambah pula kebutuhan jalan, begitu juga dengan masalah konstruksi. "Kebutuhan konstruksi jalan yang tahan terhadap segala kondisi cuaca apapun yang tentunya kaitannya dengan kebutuhan bujet anggaran yang lebih besar," pungkasnya. (TRIBUNLAMPUNG.CO.ID)

Sumber: Tribun Lampung
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved