Berita Lampung
REI Lampung Optimis Target 1.500 Unit Rumah Subsidi Tercapai hingga Akhir Tahun
REI Lampung optimistis target pembangunan 1.500 unit rumah subsidi pada tahun 2025 dapat tercapai hingga akhir tahun ini.
Penulis: Riyo Pratama | Editor: Reny Fitriani
Tribunlampung.Co.Id, Bandar Lampung - Realestat Indonesia (REI) Provinsi Lampung optimistis target pembangunan 1.500 unit rumah subsidi pada tahun 2025 dapat tercapai hingga akhir tahun ini.
Hingga dua bulan lalu, realisasi pembangunan telah mencapai sekitar 800 unit.
Wakil Ketua DPD REI Lampung Bidang Perbankan dan Pembiayaan Erson Agustinus mengatakan, pembangunan rumah subsidi di Lampung sejalan dengan program nasional 3 Juta Rumah yang digagas Presiden Prabowo Subianto.
Program tersebut mencakup pembangunan hunian di kawasan perkotaan, pedesaan, dan pesisir.
“Kuota nasional tahun ini naik menjadi 350 ribu unit. Untuk Lampung, target kita 1.500 unit dan kami optimistis bisa tercapai,” ujar Erson kepada Tribunlampung.co.id, Rabu (29/10/2025).
Menurut Erson, kebutuhan rumah di Lampung masih cukup tinggi, dengan angka backlog atau kekurangan hunian mencapai sekitar 120 ribu unit.
Kondisi ini menjadi peluang besar bagi pengembang perumahan.
Ia menambahkan, Bank BTN Cabang Bandar Lampung menjadi salah satu penyalur utama kredit rumah subsidi, dengan target penyaluran mencapai 3.000 unit pada tahun ini.
“Sekitar separuhnya sudah terealisasi,” kata Erson.
Dorong Akses KPR untuk Pekerja Informal
Erson juga menyoroti masih terbatasnya akses Kredit Pemilikan Rumah (KPR) bagi pekerja sektor informal seperti ojek online, pedagang kaki lima, dan pekerja mandiri lainnya.
Padahal, menurutnya, kelompok tersebut memiliki potensi besar menjadi penerima manfaat rumah subsidi.
“Kalau kran sektor informal dibuka, penerima KPR subsidi akan jauh lebih banyak. Pendapatan mereka sebenarnya cukup, hanya saja belum bisa dinilai secara formal oleh perbankan,” ujarnya.
Ia mengusulkan agar perbankan dapat bekerja sama dengan komunitas atau asosiasi sektor informal dalam melakukan penilaian kelayakan calon debitur.
“Bisa juga dibuat program pra-KPR, misalnya calon debitur diminta membuka rekening selama dua sampai tiga bulan agar penghasilannya bisa dipantau,” jelasnya.
Kuota Masih Tersedia, Tantangan Beralih ke Penyaluran
Lebih lanjut, Erson menyebut tantangan utama perumahan subsidi saat ini bukan lagi keterbatasan kuota, melainkan proses penyaluran dan persetujuan KPR oleh bank.
Menurutnya, bank masih berpegang pada standar teknis 5C—character, capacity, capital, condition, dan collateral yang membuat banyak calon pembeli gagal mendapatkan pembiayaan.
“Kalau dulu kendalanya kuota, sekarang justru di penyaluran. Bank perlu lebih fleksibel, terutama bagi masyarakat berpenghasilan rendah,” ungkapnya.
REI berharap perbankan dapat memberikan relaksasi dalam proses penilaian, agar semakin banyak masyarakat dapat mengakses program rumah subsidi.
Fokus Pembangunan di Lampung Selatan dan Pesawaran
Erson menjelaskan, proyek pembangunan rumah subsidi terbesar saat ini berada di wilayah Lampung Selatan dan Pesawaran, disusul Bandar Lampung, Metro, Pringsewu, dan Tanggamus.
“Wilayah seperti Jatiagung, Tanjung Bintang, Natar, dan Sabah Balau menjadi kantong utama pembangunan rumah subsidi,” jelasnya.
Untuk mendukung promosi dan penjualan, REI Lampung juga rutin menggelar REI Expo serta memperkuat komisariat di berbagai kabupaten dan kota, seperti Metro dan Pesawaran.
“Kami juga terus menjalin audiensi dengan dinas terkait agar kebijakan perumahan di daerah bisa lebih berpihak kepada pengembang,” tambah Erson.
REI Minta Dilibatkan dalam Penataan Tata Ruang
Selain soal pembiayaan, Erson turut menyoroti terbatasnya lahan permukiman di Kota Bandar Lampung dan Metro akibat rencana tata ruang wilayah (RTRW) yang minim alokasi untuk zona hunian.
“Kami berharap asosiasi pengembang perumahan seperti REI bisa dilibatkan dalam penentuan RTRW, supaya tahu wilayah mana yang memang layak dikembangkan untuk perumahan,” katanya.
Menurutnya, kebijakan tata ruang harus mempertimbangkan keseimbangan antara ketahanan pangan dan kebutuhan perumahan, agar tidak terjadi tumpang tindih antara lahan produktif dengan kawasan permukiman.
(Tribunlampung.co.id/Riyo Pratama)
| Penyebab Puluhan Ribu Anak di Lampung Putus Sekolah, Faktor Nonteknis Jadi Pemicu |
|
|---|
| Abaikan Nasihat Warga, Pendaki Asal Bandar Lampung Tersesat di Gunung Tanggang |
|
|---|
| Kejelian Satpam Dengar Suara Teriakan Histeris, Ternyata Ada Duda Tewas |
|
|---|
| Jemaah Haji asal Pringsewu Lampung Wafat di Makkah Usai Rampungkan Tawaf Ifadah |
|
|---|
| Kepala Samsat Pesawaran Diona Ajak Warga Manfaatkan Program Keringanan PKB |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/lampung/foto/bank/originals/Wakil-Ketua-DPD-REI-Lampung-Bidang-Perbankan-dan-Pembiayaan-Erson-Agustinus.jpg)